nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menag Lantik Hamdan Juhannis sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 19:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 23 65 2082698 menag-lantik-hamdan-juhannis-sebagai-rektor-uin-alauddin-makassar-b3AUnBXeas.jpeg Foto: Pelantikan Rektor UIN Alauddin Makassar

JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin resmi melantik Prof Hamdan Juhannis sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar periode 2019-2023. Pelantikan dilakukan di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, hari ini.

Prosesi pelantikan dihadiri Sekjen Kemenang, sejumlah Dirjen dan seluruh pejabat eselon II dan III di lingkungan Kemenag. Hadir juga Anggota DPR Reni Marlinawati dan direktur eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab.

Selain rektor UIN Alauddin Makassar, Menag Lukman juga melantik dua rektor UIN lainnya. Mereka adalah rektor UIN Sunan Gunung Jati, Bandung dan Rektor UIN Walisongo, Semarang.

Menang Lukman dalam sambutannya berharap Hamdan Juhannis mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan kampus UIN Alauddin Makasar.

Baca Juga: Nasib Perpustakaan di Era Teknologi, Bisa Move On Jadi Co-Working Space

"Saya percaya saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, bersama kita," ujar Menag Lukman, dalam keterangannya, , Selasa (23/7/2019).

Menurut Menag, amanah Rektor bukan hanya semata kepercayaan tapi juga kehormatan, kemuliaan yang harus dijaga dengan baik.

"Kemuliaan yang yang kita emban ini harus mampu kita pelihara dan kita emban sebaik-baiknya," tandas Menag.

Kemudian Menag Lukman menitipkan pesan agar rektor mampu menjaga eksistensi kampus UIN sebagai Perguruan Tinggi Agama Negeri.

Baca Juga: Anak Tukang Becak yang Lulus dari ITB Kini Ditunjuk Jadi Dosen Luar Biasa

"Semoga jabatan yang baru ini senantiasa diberkati oleh Allah SWT dan mendapatkan Ridho-Nya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab yakin Rektor Hamdan dapat mengintegrasikan ilmu keislaman dan ilmu sains karena Prof. Hamdan kaya akan pengalaman dan memiliki ilmu yang mumpuni.

"Dan itu menjadi nilai unggul bagi UIN yang ada di bawah naungan Kementerian Agama," kata Syamsuddin.

Lebih jauh, Syamsuddin berharap Rektor baru dapat menyusun program sesuai visi-misinya. Menurut dia, program yang dapat disusun, terkait hal-hal yang remeh temeh saja dulu, semisal, soal pembenahan parkiran, kebersihan, toilet dan tempat wudhu'.

Pembinaan kepada mahasiswa, kata Syamsuddin, juga harus dilakukan. Mahasiswa yang kritis jangan dipandang sebagai musuh atau lawan. Selama ini, Syamsuddin mengatakan bahwa pimpinan UIN mengambil jalan pintas berupa pemberian skorsing dan pemecatan.

"Tindakan-tindakan begitu itu harus segera dihentikan dan kampus itu harus kembali ke khittoh sebagai lembaga pembinaan dan lembaga keilmuan," tukasnya.

Syamsuddin kemudian mengusulkan kepada rektor Hamdan agar mahasiswa diberikan kebebasan untuk menyampaikan pikiran-pikiran mahasiswanya. Misalnya, kata dia, pihak kampus menyediakan mimbar bebas bagi mahasiswa.

"Katakanlah dalam satu minggu sekali mereka bebas menyampaikan pikiran-pikiran mereka, keluhan-keluhan, kritikan. Pimpinan kampus harus mendengarkan keluhan dan kritikan mereka," pungkas Syamsuddin.

Tak sampai di situ, pihak kampus juga harus mendorong mahasiswa dan dosen lebih kreatif. Misalnya, mereka didorong menulis artikel dan karya ilmiah di media massa, seperti koran dan jurnal yang terakreditasi, baik nasional maupun internasional.

"Dengan pemberian reward atau penghargaan dari Universitas, termasuk mereka yang memiliki keahlian tertentu seperti bela diri, para juara lomba nasional dan internasional," ujar Syamsuddin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini