nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Potensi Gempa M 8,8 di Selatan Jawa, BPBD Bali: Tingkatkan Kewaspadaan!

Kamis 25 Juli 2019 07:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 25 244 2083290 soal-potensi-gempa-m-8-8-di-selatan-jawa-bpbd-bali-tingkatkan-kewaspadaan-RNyupgQ80f.JPG Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin (Foto: Antaranews)

DENPASAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan setelah terjadinya tiga peristiwa gempa bumi dalam sehari di selatan Pulau Dewata.

"Marilah kita bersama meningkatkan kewaspadaan, tetapi kita tidak perlu resah dan khawatir. Tingkah laku gempa masih sulit dikenali polanya, selain itu aktivitas gempa bumi belum dapat diprediksi kapan, di mana, dan berapa kekuatannya," kata Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Made Rentin, melansir dari laman Antaranews, Kamis (25/7/2019).

Ia tak memungkiri bahwa hingga Rabu tadi malam, warga Bali bahkan hingga Banyuwangi, Jawa Timur masih melontarkan pertanyaan terkait rentetan gempa di selatan Bali ini apakah merupakan tipe gempa pembuka.

"Sangat sulit untuk menentukan sebuah gempa disebut sebagai gempa pembuka atau bukan. Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono juga mengingatkan kita semua untuk tidak perlu resah dan khawatir, tetapi meningkatkan kewaspadaan," kata dia.

Sama halnya saat menjawab potensi gempa megathrust di pesisir selatan Jawa, lanjut Rentin, bahwa informasi tentang gempa tujuannya untuk membenahi upaya mitigasi, bukan direspons dengan ketakutan dan kecemasan berlebihan.

Bangunan Rusak Akibat Gempa

"Sekali lagi kami mengimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, dan mari secara rutin dan berkelanjutan untuk mendidik dan melatih diri dengan melakukan simulasi setiap tanggal 26 tiap bulan," ujarnya.

Hal ini telah menjadi komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dengan telah ditetapkannya Hari Simulasi Bencana setiap tanggal 26. "Oleh karena itu, mari secara bersama kita melatih diri dan menyiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan bencana, karena kita tahu dan paham bahwa Pulau Bali berada pada ring of fire," tuturnya.

BPBD lanjtunya, oleh Undang-Undang diberikan tiga fungsi yaitu komando, koordinasi, dan pelaksana, mendorong semua pihak untuk lebih memantapkan upaya mitigasi bencana.

Misalnya, melakukan upaya paling sederhana mulai dari rumah masing-masing dengan mengecek kekuatan infrastruktur rumah, lanjut ke gedung perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan dan gedung lainnya."Intinya dengan melakukan pengecekan, kita bisa melakukan langkah antisipasi," ujar dia.

Sebelumnya, Bali pada Rabu kemarin diguncang gempa sebanyak tiga kali yakni pertama terjadi pada pukul 09.29 Wita dengan magnitudo 4,9 pada kedalaman 71 kilometer. Gempa kedua terjadi pukul 18.53 Wita dengan berkekuatan M 4,1 pada kedalaman 66 kilometer.

Sedangkan pada pukul 21.17 Wita Pulau Dewata kembali diguncang gempa yang berpusat di Samudra Hindia selatan Bali. Gempa ketiga ini berada di zona megathrust selatan Bali.

Ilustrasi Seismograf

Hasil analisis update yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa memiliki kekuatan M 5,2. Episenter terletak pada koordinat 10,57 LS dan 115,00 BT, tepatnya di Samudra Hindia pada jarak 198 km arah baratdaya Nusa Dua dengan kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya tampak bahwa gempa ini merupakan jenis gempa tektonik dangkal di zona megathrust relatif dekat dengan front subduction.

1
2

Berita Terkait

Gempa Bali

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini