nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kertas Buatan 2 Mahasiswa Ini Tak Perlukan Kayu sebagai Bahan Dasar

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 25 Juli 2019 14:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 25 65 2083450 kertas-buatan-2-mahasiswa-ini-tak-perlukan-kayu-sebagai-bahan-dasar-66bmQ5iKU6.jpg Foto: Mahasiswa Universitas Brawijaya Buat Kertas Ramah Lingkungan

KOTA MALANG - Dua mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) berinovasi membuat pulp dan kertas dari limbah biomasa.

Dua mahasiswa yakni Sakinah Hilya dan Khodijah Arebi membuat alat yang bernama Cellulose from Biomass Waste (C-BOMS) kertas. Dari alat itu, dihasilkan kertas lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

Khodijah mengatakan, selama ini untuk membuat kertas, bahan baku utama yang digunakan adalah kayu hutan, dan untuk memproduksi satu rim kertas dibutuhkan satu pohon berusia lima tahun.

Baca Juga: Ujian Mandiri, 13.073 Peserta Tes di Universitas Brawijaya

Tahun 2016 konsumsi kertas dunia mencapai 394 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 490 juta ton pada tahun 2020.

“Kami menggunakan limbah biomasa sebagai bahan baku kertas karena berdasarkan data dari Kementrian Pertanian (2014) jumlah limbah biomassa khususnya dari sektor pertanian dan perkebunan yang tidak didayagunakan mencapai 20 juta ton dalam setahun," tutur Khodijah pada Kamis (25/7/2019).

Menurutnya, di dalam limbah biomasa terkandung selulosa dengan kadar yang tinggi. Selulosa inilah yang menjadi suatu indikasi penting dalam produksi pulp dan kertas.

Baca Juga: Mahasiswa UB Ciptakan Aplikasi Pengendali Penggunaan Smartphone bagi Anak

"Semakin tinggi kadar selulosa dalam pulp maka akan menghasilkan kertas dengan kualitas yang lebih baik,” tambah Khodijah.

Limbah biomasa dari sektor pertanian tersebut diolah menjadi pulp dan kertas dengan menggunakan C-BOMS. C-BOMS merupakan alat pembuat pulp dan kertas dengan menggunakan teknologi Pulsed Electric Field yang dirangkai dalam suatu rancang bangun alat bernama Cellulose from Biomass Waste (C-BOMS ).

"C-BOMS sendiri memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan metode yang banyak diterapkan di industri pulp dan kertas saat ini yakni metode kimiawi," jelasnya.

Dirinya menyebut kelebihan C-BOMS ini lebih ramah lingkungan, waktu proses jauh lebih singkat, dan tidak membutuhkan proses thermal yang dapat mendegradasi selulosa.

"Proses yang efektif dan efisien akan diperoleh dengan pemanfaatan teknologi yang tepat. C-BOMS memadukan antara treatment fisik Pulsed Electric Field dengan memberikan kejut listrik yang akan meningkatkan permeabilitas membrand dengan memperbesar pori-pori pada sel, serta treatment Natrium Hidroksida untuk mencapai seluruh bagian sel dan melarutkan lignin maupun zat pengotor lain," tuturnya.

Dengan demikian, akan terjadi proses yang dinamakan delignifikasi. Dari proses tersebut kandungan selulosa akan terpisah dari ikatan lignoselulosa dan lignin akan terlarut. Sehingga, kandungan selulosa akan meningkat. Hasil produk dari C-BOMS telah diuji menggunakan Scanning Electron Microscopy dan colorimetri.

“Semoga dengan adanya C-BOMS, dapat membantu mewujudkan visi Industri Hijau yang terintegrasi dengan Industri 4.0 dan juga mensejahterakan para petani dengan tetap meningkatkan proses produksi yang selaras dengan penjagaan terhadap lingkungan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini