nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penerapan Uang Kuliah Tunggal, Apa Itu?

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 18:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 26 65 2084091 penerapan-uang-kuliah-tunggal-apa-itu-4AxreKYMyZ.jpg Foto: Penerapan UKT (Dok Dikti)

JAKARTA - Pemerintah melalui Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 39 Tahun 2017 tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) menetapkan besaran biaya yang ditanggung setiap mahasiswa per semester berdasarkan kemampuan ekonominya.

Bagi mahasiswa yang secara ekonomi tidak mampu, tidak dikenakan uang pangkal atau pungutan lain selain UKT.

 Baca Juga: Hitungan Biaya Kuliah Kedokteran di Universitas Ternama

Lanjut Menristekdikti Mohamad Nasir menjelaskan pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dapat memberikan keringanan dan menetapkan ulang besaran UKT mahasiswa.

Keputusan itu diambil ketika terdapat ketidaksesuaian kemampuan ekonomi atau saat mahasiswa mengalami perubahan kondisi ekonomi sehingga dapat memberatkan pembayaran UKT tiap semesternya.

“UKT itu ada levelnya, biaya kuliah yang ditanggung setiap mahasiswa itu berbeda-beda. Ini adalah bentuk keringanan yang diberikan sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing mahasiswa,” jelas Menteri Nasir dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

 Uang Kuliah Tunggal

Selanjutnya, PTN tidak menanggung biaya yang terdiri atas biaya yang bersifat pribadi, biaya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), biaya tempat tinggal mahasiswa baik di asrama maupun di luar asrama, juga kegiatan pembelajaran dan penelitian yang dilaksanakan secara mandiri.

 Baca Juga: Problematika Uang Kuliah Tunggal (UKT)

Untuk memperkuat Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 39 Tahun 2017, Pemerintah melalui Surat Edaran Menristekdikti No. B/416/M/PR.03.04/2019 mengatur pungutan uang pangkal atau pungutan lain selain UKT maksimum sebesar 30% dari mahasiswa baru program diploma dan program sarjana bagi mahasiswa asing, mahasiswa kelas internasional, mahasiswa yang melalui jalur kerja sama, dan mahasiswa yang melalui seleksi jalur mandiri. Besaran pungutan ini tetap memperhatikan kemampuan ekonomi mahasiswa.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini