nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permukiman Warga Digusur Paksa, Palestina Batalkan Berbagai Kesepakatan dengan Israel

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 27 Juli 2019 19:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 27 18 2084415 permukiman-warga-digusur-paksa-palestina-batalkan-berbagai-kesepakatan-dengan-israel-05MMALn8Rt.jpg Warga Palestina melihat di permukiman Sur Bahir. Foto/Reuters

TEPI BARAT - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan Palestina tidak akan lagi mematuhi sejumlah kesepakatan yang sebelumnya ditandatangani dengan Israel.

Pernyataannya dikeluarkan setelah dilakukannya pertemuan darurat karena Israel menghancurkan rumah-rumah Palestina yang dianggap didirikan secara ilegal di daerah pendudukan di Tepi Barat.

Berbagai persetujuan yang ditandatangani dalam 25 tahun terakhir tersebut terkait dengan berbagai masalah, termasuk kerja sama pertahanan.

Israel masih belum merespons pernyataan ini, mengutip BBC News, Sabtu (27/7/2019).

Abbas mengatakan sebuah komite akan dibentuk untuk meninjau penerapan keputusan tersebut.

Ketegangan di antara Israel dan Palestina meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah dihancurkannya sejumlah rumah di Wadi Hummus, daerah Sur Bahir yang dianggap Mahkamah Agung Israel didirikan terlalu dekat dengan perbatasan di Tepi Barat.

Baca juga: Israel Mulai Hancurkan Rumah Warga Palestina

Baca juga: Upaya Indonesia di DK PBB Terkait Israel Bongkar Rumah Warga Palestina Dihalangi AS

Foto/Reuters

Sejumlah pihak memprotes aksi Israel menghancurkan rumah-rumah yang menyebabkan 17 orang kehilangan tempat tinggal.

Abbas memandang Israel bertanggung jawab atas kejadian terakhir, dengan menuduh Israel yang lebih dulu melanggar kesepakatan.

"Terkait dengan terus berlanjutnya tindakan otorita pendudukan (Israel) yang melanggar semua kesepakatan yang telah ditandatangani dan kewajibannnya, kami mengumumkan keputusan kepemimpinan untuk berhenti bertindak sesuai dengan persetujuan yang telah ditandatangani dengan pihak Israel," katanya seperti dikutip kantor berita resmi Palestina, Wafa.

Tidak jelas apa arti keputusan tersebut pada prakteknya atau apakah hal ini berlaku pada pengakuan Palestina atas Israel sendiri, yang dipandang sebagai inti kesepakatan damai Oslo 1993, yang menjadi dasar pemerintahan Palestina di daerah pendudukan Tepi Barat, Jerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Abbas sebelumnya sudah pernah mengancam untuk membatalkan kesepakatan dengan Israel, tetapi hal ini tidak pernah diterapkan.

Di masa lalu Israel sudah memperingatkan bahwa menghapus kesepakatan dapat menyebabkan hancurnya Otorita Palestina, pemerintahan de facto Palestina.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini