nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menristekdikti Tegaskan Biaya Kuliah di Kampus Negeri Harus Sesuai Kemampuan Mahasiswa

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 10:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 29 65 2084824 menristekdikti-tegaskan-biaya-kuliah-di-kampus-negeri-harus-sesuai-kemampuan-mahasiswa-PL6gDO1omD.jpg Foto: Menristekdikti (Foto: Dok. Kemenristekdikti)

JAKARTA– Menristekdikti Mohammad Nasir menegaskan uang kuliah tunggal (UKT) yang ditetapkan perguruan tinggi negeri (PTN) harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 39 Tahun 2017 tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) menetapkan besaran biaya yang ditanggung setiap mahasiswa per semester berdasarkan kemampuan ekonominya.

Bagi mahasiswa yang secara ekonomi tidak mampu tidak dikenakan uang pangkal atau pungutan lain selain UKT. Lebih lanjut Nasir menjelaskan, pimpinan PTN dapat memberikan keringanan dan menetapkan ulang besaran UKT mahasiswa.

Baca Juga: Begini Lompatan Tajam Peringkat UI hingga UGM di Kancah Internasional

Keputusan itu diambil ketika terdapat ketidaksesuaian kemampuan ekonomi atau saat mahasiswa mengalami perubahan kondisi ekonomi sehingga dapat memberatkan pembayaran UKT tiap semesternya.

”UKT itu ada levelnya, biaya kuliah yang ditanggung setiap mahasiswa itu berbeda-beda. Ini bentuk keringanan yang diberikan sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing mahasiswa,” jelasnya di Gedung Kemen-ristekdikti.

Kampus UGM

Selanjutnya PTN tidak menanggung biaya yang terdiri atas biaya yang bersifat pribadi, biaya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), biaya tempat tinggal mahasiswa baik di asrama maupun di luar asrama, juga kegiatan pembelajaran dan penelitian yang dilaksanakan secara mandiri.

Baca Juga: Bangga, 3 Kampus Indonesia Masuk 500 Universitas Terbaik Dunia

Untuk memperkuat Permenristekdikti No 39/2017, pemerintah melalui Surat Edaran Menristekdikti No B/416/ M/PR.03.04/2019 mengatur pungutan uang pangkal atau pungutan lain selain UKT maksimum sebesar 30% dari mahasiswa baru program diploma dan program sarjana bagi mahasiswa asing, mahasiswa kelas internasional, mahasiswa yang melalui jalur kerja sama, dan mahasiswa yang masuk kuliah melalui seleksi jalur mandiri. Tentunya besaran pungutan ini tetap memperhatikan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Nasir menegaskan, meski lewat jalur mandiri, bagi anak tidak mampu tidak boleh ditarik uang pangkal dan diberikan tingkat UKT yang paling rendah. Dia bahkan berharap bagi mereka diberikan beasiswa Bidikmisi.

Sementara itu, Sea Indonesia, salah satu perusahaan internet Asia Tenggara, berkolaborasi bersama lima universitas UI, ITS, BINUS, ITB, dan UGM kembali menawarkan program Beasiswa Penuh Sarjana Sea 2019.

”Kita meng-cover beasiswa, biaya hidup hingga laptop. Tahun ini ada tambahan program. Tahun lalu hanya untuk mahasiswa setelah semester satu, dan tahun ini ada beasiswa untuk mahasiswa semester tujuh. Tahun lalu sambutannya sangat positif ada hampir seribu aplikasi yang masuk,” ucap Presiden Komisaris Sea Group Pandu Patria Sjahrir saat penandatanganan kerja sama beasiswa bersama perwakilan lima universitas di Jakarta.

Pandu menyampaikan, program ini terus berlanjut dan dilakukan berkesinambungan. Dia menyampaikan, beasiswa yang diberikan prioritas di bidang sains karena pihaknya ingin mengembangkan SDM di bidang ekonomi digital.

Terlebih saat ini perusahaannya memang bergerak di ekonomi digital kreatif mulai dari game online hingga e-commerce. Sementara itu, Sekretaris Bidang Kesejahteraan dan Kemahasiswaan ITB Very Susanto mengatakan, beasiswa yang diberikan SEA ini memang sangat kompetitif karena mewajibkan mahasiswa penerimanya memiliki IPK 3,5 hingga lulus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini