nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Israel Beri Izin Pembangunan 700 Rumah Warga Palestina dan 6 Ribu Rumah Yahudi

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 08:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 01 18 2086211 israel-beri-izin-pembangunan-700-rumah-warga-palestina-dan-6-ribu-rumah-yahudi-sYrl6woEDM.jpg Pembagungan rumah warga Yahudi di Tepi Barat. Foto/Reuters

TEL AVIV – Pemerintah Israel memberikan izin warga Palestina untuk membangun rumah sebanyak 700 unit di Tepi Barat, bersamaan dengan 6.000 pembangunan rumah wargaYahudi.

Mengutip BBC News, belum bisa dipastikan izin pembangunan rumah untuk yang belum dibangun atau 700 rumah warga palestinan yang sudah dibangun di Area C di Tepi Barat, desa-desa Palestina yang berdampingan dengan kawasan permukiman Israel dan dikendalikan Israel.

Namun otoritas Palestina menegaskan menolak pembangunan permukiman Yahudi atau pengendalian atas pembangunan rumah Palestina di Tepi Barat.

Mereka mengatakan keluarnya izin pembangunan rumah bagi warga Yahudi sama dengan "bukti mentalitas penjajahan Israel yang mengabaikan semua resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, hukum internasional, dan kesepakatan-kesepakatan yang sudah ditandatangani".

Baca juga: Polisi Israel Interogasi Bocah 4 Tahun Palestina

Baca juga: Permukiman Warga Digusur Paksa, Palestina Batalkan Berbagai Kesepakatan dengan Israel

Berdasarkan hukum internasional, kawasan permukiman Israel di Tepi Barat tergolong ilegal. Namun, pemerintah Israel membantahnya.

Izin pembagunan diputuskan menjelang kedatangan utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, menantu Trump.

Kushner berada di Yordania pada Rabu (31/07) dan segera bertolak ke Israel sebagai bagian dari rangkaian kunjungan ke Timur Tengah.

Kushner diutus dalam upaya Gedung Putih dalam memediasi kesepakatan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Ada spekulasi yang berkembang di media Israel bahwa pemberian izin pembangunan rumah warga Palestina di Tepi Barat sengaja diumumkan guna membantu Kushner membujuk negara-negara Arab datang ke pertemuan di AS.

Trump membuat Palestina meradang dengan mengumumkan bahwa AS mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada 2017.

Kemudian pada Maret lalu, Trump secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan di Suriah.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini