nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI Bangun Akses Jalan "Desa yang Hilang" di Jambi

Azhari Sultan, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 15:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 01 340 2086420 tni-bangun-akses-jalan-desa-yang-hilang-di-jambi-jHGvfCSiJN.jpg TMMD di Jambi (Foto: Azhari/Okezone)

JAMBI - Mulanya warga Provinsi Jambi tidak mengenal nama Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, desa tersebut dianggap hilang karena sulitnya akses masuk ke wilayah tersebut. Namun, sejak keberadaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) 105, tahun 2019 Kodim 0415/Batanghari di desa tersebut makin dikenal publik.

Uniknya, nama Desa Ladang Peris bukanlah nama desa biasa. Dinamakan, Desa Ladang Peris karena merupakan hadiah dari negara Belanda pada masa penjajahan lalu. Ladang berarti kebun dan Peris diambil dari nama sungai yang mengalir disana.

Sementara Desa Ladang Peris berdiri dan terbentuk sejak tahun 1960 dengan kepala desa pertama ialah Lakak (1960-1990), Ismet Isnono (1990-1991), Herman Teguh (1991-2007), A Dunun (2007-2013) dan Sujarno (2013 - sekarang).

Secara administrasi Desa Ladang Peris ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, terletak dibagian utara Provinsi Jambi dan berada di wilayah perlintasan jalan.

TMMD TNI Jambi

Dengan memiliki luas 6400 hektar, desa dengan jarak antar ibukota kecamatan sejauh 1,5 km, kabupaten 17 km dan provinsi 50 km, berada pada posisi 1,68344 S Lintang Selatan 103.09969 E Bujur Timur.

Selanjutnya, berbatasan wilayah sebelah utara dengan Desa Panerokan dan Bajubang, sebelah selatan dengan Desa Mulya Jaya, Sumber Mulya dan Markanding, sebelah barat dengan Desa Pompa Air dan Sungkai, serta sebelah timur dengan Desa Panerokan dan Tanjung Pauh KM 39.

TMMD TNI Jambi

Secara topografi, Desa Ladang Peris dilihat secara umum mayoritas area datar dan sedikit perbukitan yang dialiri sungai-sungai kecil. Mayoritas area dataran rendah dan sedikit perbukitan yang dialiri sungai-sungai kecil.

Desa tersebut saat ini didominasi perkebunan karet disamping kebun sawit sebagai komoditas kedua dengan iklim tropis sehingga mempengaruhi pola perekonomian penduduk.

Melihat kondisi di Desa Ladang Peris yang tergolong desa tertinggal tersebut, Dandim 0415/Batanghari Letkol Inf Widi Rahman menyepakati diadakan TMMD digelar di desa dengan jumlah penduduk sekarang sebanyak 981 Kepala Keluarga (KK). Data Pemdes Ladang Peris mencatat jumlah penduduknya mencapai 2.855 jiwa.

Diantara aspek tersebut, kata Dandim, Desa Ladang Peris ini masih tergolong desa tertinggal dari desa lainnya. "Kondisi desa tersebut masih sangat minim sarana dan prasarana infrastruktur umum, khususnya prasarana jalan pertanian bagi warga," turut Widi yang juga Dansatgas TMMD ini, Kamis (1/8/2019).

Aspek lainya, sambung dia, masih rendahnya produktivitas petani yang disebabkan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat dalam menyerap teknologi pertanian yang lebih maju.

TMMD TNI Jambi

"Membantu memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat tingkat desa dan meningkatkan kemampuan masyarakat desa, sehingga dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan membantu memperlancar aktivitas kelembagaan tingkat desa serta dapat membantu mempercepat terwujudnya pembangunan tingkat Desa secara langsung," ungkap Dandim.

Agar sejumlah aspek tersebut tepat sasaran, pelaksanaan TMMD ke-105 ini, Kodim 0415/Batanghari membuat sasaran fisik, yakni pembuatan jalan Desa Ladang Peris sepanjang 3 kilometer dan lebar 12 meter, pembuatan jembatan kayu dua unit, pemasangan gorong-gorong sebanyak enam titik, dan ditambah bedah rumah warga tidak layak huni (RTLH) sebanyak 34 unit.

Tidak itu saja, diikuti sasaran non-fisik berupa ceramah agama, penyuluhan tentang bela negara, wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan, penyuluhan pertanian, pendidikan, hukum dan kamtibmas, sosialisasi narkoba, keagamaan, bahaya teroris dan paham radikalisme, KB kesehatan, perikanan atau peternakan, lingkungan hidup dan kehutanan, kegiatan PKK, dan penyuluhan atau sosialisasi pelayanan publik dan kependudukan.

Tidak salah, bila program TNI Angkatan Darat di Desa Ladang Peris, Bajubang, Kabupaten Batanghari ini mendapatkan apresiasi dan dukungan dari banyak pihak.

Diantaranya Camat Bajubang, Ichwan, yang mengapresiasi pembuatan jalan sepanjang 3 km tersebut. Menurutnya, dengan dibangunnya jalan yang menghubungkan RT 13 ke RT 17 tersebut, akan mempermudah akses masyarakat RT 13 ke RT lainnnya.

Selain itu, sambungnya, bisa mempermudah masyarakat untuk ke kantor kecamatan ke desa lainya menjadi lebih pintas.

"Dampaknya yang dirasakan sangat luas, terutama ekonomi hasil perkebunan masyarakat, seperti karet dan sawit akan bertambah. Dari segi BBM akan lebih irit. Selain itu, tidak hanya dirasakan masyarakat Ladang Peris saja, tapi desa lainnya ikut merasakannya," tukas Ichwan.

Seperti Saparuddin (45) seorang buruh tani karet dari Desa Penerkokan ikut serta merasakan manfaat dari insfratruktur pembukaan jalan tersebut.

Dia mengaku lebih enak dan nyaman melintasi jalan baru. Pasalnya, jarak tempuh tidak terlalu jauh lagi jika hendak pergi ke kebun untuk menyadap karet yang berada persis di samping jalan baru.

"Alhamdulillah sekarang dengan kondisi jalan bagus dan lebar lebih mudah bagi saya pergi ke kebun karet. Memang dari dulu saya lewat sini. Tapi tidak seenak sekarang," ungkapnya singkat.

Sedangkan bagi Kapolsek Bajubang, Iptu Ritongga, adanya pembangunan jalan baru tersebut dapat mempermudah pihak kepolisian melakukan patroli.

“Dengan adanya pembangunan jalan baru di Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, dapat mempercepat akses patroli pihak kepolisian,” tukasnya.

Selain itu, tambah Kapolsek, apabila ada tindak pidana di desa tersebut, Bhabinkabtimas dan Babinsa dapat secara cepat dan mudah secara bersama menuju lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

“Apabila ada tindak pidana, jalan baru ini juga mempermudah kita (polisi) menuju ke TKP,” tandas Ritonga.

Terpisah, Ketua Tim Wasev TMMD ke 105, Mayor Jenderal TNI Arif Susilo, yang meninjau langsung kegiatan TMMD di Desa Ladang Peris, mengaku gembira atas capaian yang dikerjakan Satgas TMMD ke 105, Kodim 0415/Batanghari-Korem 042/Garuda Putih-Kodam II/Sriwijaya.

"Saya gembira melihatnya dan tidak ada pekerjaan yang fiktif, capaiannya sudah mencapai 90 persen sehingga 8 Agustus mendatang bisa mencapai 100 persen," tandas Kasahli Kasad ini.

Arif berharap, masyarakat mampu memanfaatkan pelaksanaan TMMD ini dengan optimal sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan mampu meningkatkan sumber daya manusia khususnya anak-anaknya untuk menjadi anak bangsa yang baik.

Dansatgas TMMD Letkol Inf Widi Rahman menambahkan, jalan sepanjang 3 kilometer tersebut, merupakan akses jalan yang bisa menuju ke Desa Sungai Bahar dan Desa Bungku.

"Kedepannya, jalan ini bisa menjadi cikal bakal jalan penghubung ke kawasan perkampungan warga SAD (Suku Anak Dalam) di Desa Bungku," harap Widi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini