nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Ancam Lepaskan 2.500 Militan IS Kembali ke Eropa

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 16:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 02 18 2086938 trump-ancam-lepaskan-2-500-militan-is-kembali-ke-eropa-nbRdVEEa4f.jpeg Foto: Reuters.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperingatkan bahwa 2.500 militan Islamis yang ditangkap oleh pasukan AS dan sekutunya di Suriah dan Irak, bisa berkeliaran di Eropa dalam waktu dekat kecuali jika Uni Eropa (UE) setuju untuk menerima kembali para militan itu atas kemauannya sendiri.

Trump telah berulang kali menyuarakan kekecewaannya atas keengganan UE untuk memulangkan dan menuntut para militan Eropa yang ditangkap di Timur Tengah. Pada Kamis, Trump menyampaikan peringatan untuk memungkinkan ratusan teroris yang berperang di Irak dan Suriah kembali ke Eropa.

BACA JUGA: Inggris Cabut Kewarganegaraan Remaja yang Bergabung dengan ISIS di Suriah

"Saat ini kami telah menangkap lebih dari 10.000, kami memiliki 2.500 militan ISIS yang kami ingin agar diambil oleh Eropa, karena mereka akan kembali ke Eropa, ke Prancis, ke Jerman, ke berbagai tempat," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih sebagaimana dilansir RT, Jumat (2/8/2019).

“Jadi kami memiliki ribuan pejuang ISIS yang kami ingin Eropa ambil dan mari kita lihat apakah mereka akan diambil. Dan jika mereka (negara-negara Eropa) tidak mengambilnya, kita mungkin harus melepaskannya."

Ini bukan pertama kalinya Trump menuntut Eropa untuk "mengambil kembali" warganya yang pergi ke Suriah dan Irak untuk berperang dengan kelompok Negara Islam (IS, nama lain dari ISIS) dan entitas teroris lainnya. Pada Februari, Trump berbicara tentang "800 pejuang ISIS", kurang dari sepertiga dari jumlah saat ini.

BACA JUGA: Ada Ribuan Anak Eks Anggota ISIS di Irak dan Suriah, Bagaimana Menanganinya?

Saat itu, Trump mengatakan bahwa para jihadis kemungkinan akan "menembus" Eropa begitu pasukan AS menarik diri dari wilayah konflik itu setelah kekalahan IS.

Namun, ancaman itu tidak mendapat reaksi yang positif dari negara-negara Eropa. Jerman mengangkat mengenai masalah hukum dari menerima kembali para jihadis, sementara Denmark secara tegas menolak menerima mereka kembali.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini