nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mabuk Sambil Dengar Musik Bersuara Keras, Pria Ini Tewas Dikeroyok Warga

Azhari Sultan, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 16:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 02 340 2086937 mabuk-sambil-dengar-musik-bersuara-keras-pria-ini-tewas-dikeroyok-warga-VQNa7R6sim.jpg Ilustrasi

JAMBI - Tragedi pengeroyokan yang menyebabkan korban jiwa terjadi di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi.

Seorang pria yang diketahui bernama Musliadi alias Mus (30) warga Dusun I, Desa Kampung Baru, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjab Barat harus tewas menggenaskan.

Pasalnya, dia diduga menjadi korban pengeroyokan di Jalan Camp Agro RT 13, Dusun Kampung Baru, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi, Kamis malam (1/8/2019).

Akibat pengeroyokan tersebut, korban tewas bersimbah darah dengan luka-luka di bagian kepala. Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu berawal pada hari Senin malam 29 Juli lalu, korban Mus (30) sedang minum tuak di warung milik Bolon sambil menghidupkan musik.

Pengeoyokan Jambi

Tidak lama kemudian, datang warga Tombus ke warung tuak dan menjumpai Bolon. Saat itu, Tombus meminta agar suara musik dikecilkan karena anaknya kurang sehat.

Selanjutnya, suara musikpun dikecilkan oleh Bolon. Tombus pun pulang ke rumah. Diduga, korban yang sedang minum tuak itu merasa tidak senang dengan suara masuk yang relatif kecil. Akhirnya, korban ke ruang musik lagi dan kembali membesarkan volume suara musik tersebut.

Tidak lama berlangsung, korban pergi dari warung menuju rumah Tombus. Diduga salah faham, terjadilah keributan antara Mus dengan Tombus.

Warga sekitar yang mendengar keributan itu berdatangan untuk melerai. Keributan pun reda, sedangkan Mus kembali ke warung tuak untuk melanjutkan minum.

Persoalan tidak selesai disitu, Selasa pagi (30/7), keluarga Bolon menemui Ketua RT13 untuk meminta solusi untuk penyelesaian masalah.

Selanjutnya, pada Kamis malam (1/8) kedua belah pihak yang bertikai antara Mus dan Tombus hadir di rumah Ketua RT 13. Saat itu, juga disaksikan oleh Kadus dan keluarga dari pihak Tombus serta disaksikan juga oleh warga sekitar.

Namun, saat proses mediasi sedang berjalan, tiba-tiba Mus mengatakan, ”Saya pening, saya pening, saya salah, saya salah” sembari menyalami Tombus dan keluar rumah.

Melihat itu, warga mencoba menenangkan Mus agar tetap berada di dalam rumah untuk menuntaskan mediasi, namun dia tetap keluar.

Kemudian korban didatangi oleh Kadus dan meminta Mus untuk tenang, namun Mus berontak dan menolak untuk melanjutkan mediasi. Mus pun berjalan menuju ke depan warung tuak. Pada saat itu di sekitar warung tuak sudah ramai massa.

Massa yang merasa tidak senang dengan perbuatan korban kemudian melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap Mus. Akibatnya Mus mengalami luka-luka dibagian kepala yang membuat korban tewas di tempat.

Kapolres Tanjab Barat AKBP ADG Sinaga melalui Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat Iptu IPTU Dian Pornomo, saat dikonfirmasi mengakui adanya kejadian tersebut.

“Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Dian singkat, Jumat (2/8/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini