nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Thailand Tahan Tujuh Siswa Terkait Rangkaian Ledakan Bom di Bangkok

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 04 Agustus 2019 13:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 04 18 2087469 polisi-thailand-tahan-tujuh-siswa-terkait-rangkaian-ledakan-bom-di-bangkok-tqLQyehgQ0.jpg Foto: Reuters.

BANGKOK – Kepolisian Thailand menahan tujuh pelajar remaja menyusul serangkaian ledakan yang terjadi di Bangkok pada Jumat. Namun, polisi mengatakan bahwa para remaja yang mereka tahan hanya mengakui menanam satu bahan peledak.

Kepala Divisi Metropolitan 4 Kepolisian Thailand, Teerapong Wongratpitak mengatakan bahwa dalam pengakuan kepada penyelidik, para remaja itu mengatakan mereka tidak memiliki motif politik atau pun kaitan dengan lima ledakan lainnya yang terjadi pada hari yang sama. Mereka mengatakan bahwa peledak yang mereka tanam ditujukan untuk menyerang kelompok rival mereka.

BACA JUGA: Enam Ledakan Bom Guncang Bangkok di Tengah Penyelenggaraan Pertemuan Menteri ASEAN

Diwartakan Straits Times, Minggu (4/8/2019), para tersangka yang berusia antara 15 hingga 17 tahun adalah siswa sekolah teknik. Mereka mengaku menempatkan perangkat peledak di Jalan Rama 9 Di distrik Suan Luang yang melukai tiga petugas kebersihan.

Selain ledakan itu, dua ledakan kecil juga terjadi di dekat stasiun BTS Skytrain Chong Nonsi di pusat Bangkok, dan tiga ledakan di kompleks pemerintah di Jalan Chaengwattana di pinggiran Bangkok. Polisi juga menyatakan telah menemukan sebuah perangkat ketujuh yang tidak meledak.

Rangkaian ledakan itu terjadi di tengah penyelenggaraan pertemuan keamanan menteri negara anggota ASEAN dan negara mitra di Bangkok. Sehari sebelumnya, polisi telah menemukan dua bom palsu dan telah menangkap dua orang yang dianggap bertanggungjawab.

BACA JUGA: Rangkaian Ledakan Guncang Bangkok, KBRI Imbau WNI Waspada

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggungjawab atas lima ledakan lain yang terjadi pada Jumat. Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-Ocha dalam konferensi pers pada Jumat mengatakan bahwa "kelompok lama" mungkin berada di balik ledakan-ledakan tersebut.

Dia merujuk pada lawan-lawan politiknya kelompok Kaos Merah, yang terdiri dari pendukung mantan perdana menteri Thaksin dan Yingluck Shinawatra.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini