nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Kepala UPT RSUD Lembang Ditetapkan Tersangka Korupsi Dana BPJS Rp7,7 Miliar

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 06 Agustus 2019 14:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 06 525 2088395 eks-kepala-upt-rsud-lembang-ditetapkan-tersangka-korupsi-dana-bpjs-rp7-7-miliar-DYxYNDXQOb.jpg Ditreskrimsus Polda Jawa Barat ungkap kasus korups dana klaim BPJS di Mapolda Jabar (Foto: CDB Yudistira)

BANDUNG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat (Jabar) menetapkan dua pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Bandung Barat, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana klaim BPJS pada tahun anggaran 2017.

Ialah OH yang berprofesi sebagai dokter, sekaligus mantan Kepala UPT dan mantan bendahara UPT berinisial MS di RSUD Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kasus ini bermula pada tahun 2017/2018 lalu, pihak UPT RSUD Lembang mengklaim dana BPJS dengan total Rp11.407.928.842.

"Seharusnya pihak RSUD itu menyetorkan uang tersebut ke KAS Kabupaten Bandung Barat sebagai pendapatan APBD," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat ungkap kasus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (6/8/2019).

Baca Juga: Komnas HAM Minta KPK Tindaklanjuti Kasus Lubang Tambang di Kalimantan 

Namun, kedua tersangka, lanjut Truno, hanya menyetorkan sebagian dana yang tercatat, yakni hanya menyetorkan Rp3.712.011.200. "Dalam kasus ini total kerugian negara mencapai Rp7.715.323.900," katanya.

Ilustrasi 

Selebihnya, uang yang seharusnya disetorkan digunakan untuk keperluan keduanya. Hasil pengembangan uang tersebut dibelikan 16 barang seperti guci, tas, dan hiasan dinding. Kemudian, juga perlengkapan mebel seperti meja, kursi, tempat tidur dan lemari.

Baca Juga: Eks Bendum PP Pemuda Muhammadiyah Kembali Mangkir Panggilan Polisi 

Tak hanya itu, uang tersebut juga dibelikan dua bidang tanah dengan luas masing-masing 120 meter persegi dan 132 meter persegi di Jambi. Keseluruhan barang dan sebidang tanah tersebut sudah disita untuk dijadikan barang bukti.

"Kita sangkakan kepada keduanya Pasal 2, 3 dan Pasal 8 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 dan 64 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman di atas lima tahun," katanya.

Kasus ini pun telah dilimpahkan kepada pihak kejaksaan untuk segera disidangkan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini