nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kekeringan Hebat di Thailand Munculkan Kembali Kuil yang Terbenam Selama 20 Tahun

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 15:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 07 18 2088871 kekeringan-hebat-di-thailand-munculkan-kembali-kuil-yang-terbenam-selama-20-tahun-Ji6CP2fXLW.jpg Orang-orang berjalan di sekitar puing-puing kuil Wat Nong Bua Yai di Lopburi, Thailand, 1 Agustus 2019. (Foto: Reuters)

LOPBURI – Ribuan orang berkumpul di Thailand tengah untuk melihat sebuah kuil Buddha yang kembali terlihat setelah tenggelam selama dua dekade lalu. Kuil muncul setelah kekeringan membuat ketinggian air di bendungan tempatnya terbenam mencapai rekor terendah.

Ketika reservoir mencapai kurang dari 3 persen dari kapasitas, puing-puing dari Wat Nong Bua Yai, sebuah kuil modern yang tenggelam selama pembangunan bendungan 20 tahun lalu, kembali terlihat di tengah-tengah tanah kering.

Beberapa biksu Budha termasuk di antara ratusan orang yang berjalan melalui struktur kuil yang rusak di atas tanah yang retak-retak dan berserakan banyak ikan mati pada pekan lalu. Mereka datang untuk memberi penghormatan kepada patung Buddha tanpa kepala berukuran 4 meter, menghiasinya dengan bunga.

"Kuil itu biasanya tertutup air. Di musim hujan Anda tidak bisa melihat apa-apa," kata Somchai Ornchawiang, seorang pensiunan guru berusia 67 tahun yang datang berkunjung, sebagaimana dilansir Reuters.

Dia menyesali pembenaman kuil itu, tetapi sekarang khawatir tentang kerusakan yang disebabkan kekeringan pada lahan pertanian.

Bendungan yang dibangun di tanah kuil itu memiliki kapasitas 960 meter kubik air dan biasanya menjadi sumber irigasi lebih dari 526.000 hektar lahan pertanian di empat provinsi. Namun, kekeringan membuat bendungan itu hanya dapat mengairi 1.214 hektar lahan pertanian di satu provinsi, Lopburi.

Departemen meteorologi mengatakan Thailand menghadapi kekeringan terburuk dalam satu dasawarsa, dengan tingkat air di bendungan di seluruh negeri jauh dari rata-rata bulanan.

Sebelum dibenamkan di dasar bendungan, Kuil Wat Nong Bua Yai merupakan pusat kegiatan masyarakat, digunakan untuk ritual, perayaan, kegiatan pendidikan, sekaligus menjadi lapangan bermain dan tempat rekreasi.

"Ketika saya masih muda, saya selalu datang untuk bertemu teman-teman di patung gajah di depan gedung utama untuk bermain di sana," kata Yotin Lopnikorn, pemimpin Desa Nong Bua yang dahulu terletak di dekat kuil.

Sebelumnya, puing-puing Wat Nong Bua Yai juga pernah muncul setelah kekeringan pada 2005. Di sebelah kompleks kuil terdapat sisa-sisa dari 700 rumah tangga desa.

"Ini adalah kedua kalinya saya melihat kuil ini dalam kondisi ini," kata Yotin. "Sekarang kupikir kita perlu menyelamatkan tempat ini".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini