nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wacana Dosen Asing Jadi Mimpi Wujudkan "Harvard University" di Indonesia

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 12:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 07 65 2088829 wacana-dosen-asing-jadi-mimpi-wujudkan-harvard-university-di-indonesia-Uvy2xPZIaz.jpg Havard University (Foto: Web Havard)

“Pada umumnya perguruan tinggi di Indonesia memiliki skor terendah dalam hal indeks sitasi. Universitas Indonesia contohnya, memiliki peringkat tertinggi di Indonesia (296 dunia), hanya mendapatkan skor 1,9 untuk indeks sitasi, bandingkan dengan Harvard University (peringkat 3 dunia) yang memiliki skor indeks sitasi sebesar 99,6,” ujarnya.

Dia melanjutkan, parameter kedua yang merupakan sektor kelemahan perguruan tinggi di Indonesia adalah dalam hal jumlah mahasiswa asing. Strategi mendatangkan mahasiswa asing memang bagaikan fenomena antara telur dan ayam, mahasiswa asing akan berbondong-bondong datang ke Indonesia bila mereka melihat peringkat perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam 50 atau 100 besar dunia sehingga tidaklah heran bila Universitas Indonesia hanya memiliki skor 5 dalam hal mahasiswa asing, bandingkan dengan Harvard University yang memiliki skor 66,2 untuk kategori yang sama.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di negeri ini, yang sejak lama sudah sangat agresif dan progresif dalam hal riset serta pendidikan?

Satu hal terpenting yang tidak boleh dilupakan dalam merubah wajah perguruan tinggi di Indonesia adalah melakukan inovasi disruptif dalam membangun sistem. Studi mengenai world class university (WCU) dengan tegas menggarisbawahi tiga komponen terpenting bagi sebuah perguruan tinggi untuk mencapai kelas dunia, yaitu talent concentration (tempat berkumpulnya sumber daya manusia terbaik), favorable governance (regulasi yang memfasilitasi) dan abundant resources (finansial dan infrastruktur yang mendukung).

Dalam dunia usaha rumah sakit dan perhotelan di Indonesia, kita sudah sangat tidak asing dengan kerja sama manajemen atau franchising system yang melibatkan negara asing, mampu menjadi daya ungkit terhadap kualitas layanan yang dilakukan. Analogi yang mungkin perlu kita pikirkan bersama untuk membangun perguruan tinggi di Indonesia.

Seorang pimpinan perguruan tinggi, apakah itu rektor asing atau WNI, harus memiliki scientific leadership yang kuat sehingga mampu menciptakan ekosistem yang mendukung perubahan terhadap tiga komponen penting di atas.

“Kepemimpinan yang kuat dengan rekam jejak yang baik akan mempercepat proses transformasi, termasuk pemikiran tentang rektor asing, yang harus menjamin adanya proses alih ilmu pengetahuan–teknologi dan sistem manajemen perguruan tinggi sehingga mimpi Indonesia untuk memiliki perguruan tinggi sekaliber Harvard University dapat terwujud,” ujarnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini