nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasukan Khusus Serbu Rumah Eks Presiden Kirgistan, Seorang Petugas Tewas

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 08 Agustus 2019 11:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 08 18 2089271 pasukan-khusus-serbu-rumah-eks-presiden-kirgistan-seorang-petugas-tewas-Dpffu0fJi9.jpg Suasana rumah eks presiden Kirgistan Almazbek Atambayev saat diserbu pasukan khusus. Foto/Reuters

BISHKEK – Pasukan khusus menyerbu rumah mantan presiden Kirgistan Almazbek Atambayev menewaskan seorang petugas pada Rabu (7/8).

Kementerian kesehatan Kirgistan mengutip AFP, Kamis (8/8/2019) petugas itu tewas karena luka tembak setelah pendukung Atambayev menolak ditahan.

"Seorang perwira pasukan khusus dikirim (ke rumah sakit) dalam kondisi yang sangat serius dengan luka tembak. Meskipun ada upaya resusitasi, dia meninggal," kata Kementerian Kesehatan Kirgistan dalam sebuah pernyataan.

Atambayev yang memerintah Kirgistan dari 2011 hingga 2017 meningkatkan keamanan di tanah miliknya di Koi-Tash dalam beberapa pekan terakhir karena ketegangannya dengan Presiden Kirgistan Sooronbai Jeenbekov semakin meningkat.

Foto/AFP

Bentrokan pecah pada malam hari. Komite keamanan nasional Kirgistan (GKNB) mengatakan pasukan khusus melakukan operasi khusus untuk menahan mantan presiden Almazbek Atambayev.

GKNB mengklaim bahwa pasukan khusus hanya menggunakan peluru karet, sementara pendukung Atambayev membalas dengan senjata api.

Kementerian kesehatan mengatakan bahwa 36 orang, termasuk 15 anggota dinas keamanan dirawat di rumah sakit karena terluka.

Atambayev melihat kekebalannya menurun pada Juni ketika pihak berwenang meunduhnya melakukan korupsi. Dia mengabaikan tiga panggilan polisi untuk diinterogasi.

Mirbek Aitikeyev, seorang saksi mata di Koi-Tash yang menyiarkan langsung via Facebook, mengatakan kepada AFP bahwa beberapa loyalis mantan presiden telah menyita senjata dari pasukan khusus.

"Para pendukungnya mencuri senjata dari pasukan khusus, yang mundur di bawah serangan massa. Atambayev masih di rumahnya. Ada desas-desus bahwa pasukan tambahan akan dikirim. Orang-orang di sini membuat persiapan," kata Aitikeyev.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini