nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polemik Sistem Zonasi, Mendikbud: Demi Masa Depan Pendidikan yang Lebih Baik

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 08 Agustus 2019 12:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 08 65 2089279 polemik-sistem-zonasi-mendikbud-demi-masa-depan-pendidikan-yang-lebih-baik-wJkmmQajfh.jpg Mendikbud (foto: Okezone)

MALANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta kebijakan sistem zonasi dimaklumi meski tak semua orang tua wali diuntungkan.

Hal ini disampaikannya saat mengisi seminar Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu - Ilmu Sosial di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis (8/8/2019).

Baca Juga: Gaet Legiun Veteran RI, Kemendikbud Aplikasikan Pendidikan Karakter

"Pasti adalah yang mengeluh merasa tidak diuntungkan dengan kebijakan ini. Tapi saya mohon kesadarannya betul, demi bangsa kita, demi masa depan pendidikan yang lebih baik. Terutama untuk pemerataan kualitas pendidikan. Kalau ada yang merasa kecewa karena tidak diuntungkan, dengan kebijakan ini tentu harus dimaklumi," ujar Muhadjir

Mantan rektor UMM ini menilai tidak semua kebijakannya memuaskan seluruh orang tua murid dengan jumlah yang mencapai 51 juta. Dirinya juga menyebut zonasi juga ada sisi positifnya sehingga perlu dilanjutkan.

Baca Juga: Sistem Zonasi Harus Perhatikan Infrastruktur Sekolah

"Indikatornya, sekarang tidak ada satu sekolah pun yang inputnya homogen, pintar semua atau bodoh semua. Sekarang merata, setiap sekolah pasti ada yang bagus akademisnya, tetap ada juga yang rendah. Itulah sekolah, itulah yang namanya sistem classical," terang Muhadjir.

Selain itu kebijakan tersebut dapat meratakan guru dan gedung sekolah, sehingga dalam waktu dekan akan dilakukan pemetaan dan rotasi guru guna mendistribusikan para tenaga pengajar.

"Makanya nanti setelah ini, rotasi guru, redistribusi guru. Saya berterima kasih pada pemerintah kabupaten dan provinsi walaupun belum ada peraturan yang mengatur itu, tetapi sudah secara cekatan melakukan rotasi guru, termasuk Kota Malang dan Kota Solo," lanjutnya.

Dia mencontohkan di Solo, sudah dilakukan relokasi sekolah. Zonasi yang ketahuan blank spot, oleh pemerintah kota dipindahkan ke beberapa tempat yang padat dengan populasi siswa yang padat.

"Perpres sedang diproses, mudah - mudahan segera ditandatangani oleh Bapak Presiden, sehingga menjadi acuan kebijakan yang lain. Karena kita akan mutasi guru juga berbasis zonasi, pelatihan - pelatihan nanti juga berbasis zonasi, pelatihan guru nanti tidak lagi di pusat, tapi diturunkan ke daerah - daerah," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini