nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TMMD, Siasat Pertahanan Negara dari Desa

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 10 Agustus 2019 01:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 09 512 2090073 tmmd-siasat-pertahanan-negara-dari-desa-ulfnWJrzEB.jpg Foto: Taufik Budi

DEMAK – Pertahanan negara bukan hanya menjadi kewajiban prajurit TNI, yang berada di garda depan. Setiap anak bangsa tak kalah berperan penting untuk menjaga kedaulatan dari ancaman yang menggangu keutuhan bangsa.

Oleh karenanya, semangat nasionalisme perlu terus ditumbuhkan di segala lapisan masyarakat sejak usia dini. Prajurit TNI memiliki siasat cerdas melakukan pembinaan masyarakat dalam ketahanan negara yang dimulai dari tingkat desa.

Program TNI Manunggal Masyarakat Desa (TMMD) yang selama ini berjalan, tak sekadar bergerak pada pembangunan fisik melainkan juga nonfisik. Di antaranya berupa penyuluhan deradikalisasi terorisme, bahaya narkotika dan pencurian listrik PLN. Prajurit TNI juga melakukan pemberdayaan ekonomi, pertanian, pendidikan, serta kesehatan.

TMMD Jateng

TMMD Reguler ke- 105 di wilayah Kodam IV/Diponegoro berlangsung di Kabupaten Tegal, Kabupaten Demak, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Gunungkidul. Selama satu bulan, prajurit TNI terjun ke masyarakat untuk melaksanakan beragam kegiatan.

“TMMD yang berlangsung selama satu bulan mewujudkan kebersamaan para prajurit Kodam IV/Diponegoro, pemerintah daerah, dan segenap komponen masyarakat,” kata Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., saat penutupan TMMD di wilayah Kodim 0716/Demak, yang berlangsung di Lapangan Desa Kalikondang Kecamatan Demak Kota, Demak, Kamis (8/8/2019).

TMMD Jateng

“Mereka saling bahu-membahu menciptakan sinergitas yang positif dalam menyiapkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara,” tambah perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) TNI tahun 1986 tersebut.

Dia menambahkan, TMMD merupakan wujud pengabdian TNI untuk turut serta mempercepat pembangunan di daerah dan tercapainya kesejahteraan bagi rakyat. Untuk itu, pelaksanaan TMMD membutuhkan sinergitas semua pihak baik pemerintah maupun swasta.

"Kita semua berharap TMMD ini tepat sasaran dan hasilnya benar-benar bisa dirasakan. Kita tidak bisa jalan sendiri, oleh karenanya masyarakat dan semua komponen bangsa ini harus ikut nyengkuyung (membantu)," imbuh jenderal bintang dua itu.

Mantan Direktur Pembinaan Lembaga Akmil itu juga mengapresiasi masyarakat yang sukarela terlibat kegiatan TMMD di wilayah Kodam IV/Diponegoro. Warga juga menyediakan rumahnya sebagai tempat menginap bagi para prajurit.

"Ada warga yang membawa semen atau menyumbang bata. Ada pula yang menyumbangkan tenaganya. Inilah satu nilai luhur bangsa yaitu gotong royong yang harus kita gelorakan terus-menerus terutama untuk generasi muda," tutur dia.

Di samping menumbuhkan semangat gotong royong, sasaran lain yang juga harus dicapai adalah terbangunnya kedekatan TNI dengan rakyat. Bahkan, uang makan mereka juga digunakan untuk belanja di rumah tersebut dan dimakan bersama-sama.

TMMD Jateng

"Untuk para prajurit dan satgas, manfaatkan momentum TMMD ini untuk meningkatkan kemanunggalan dengan rakyat. Tumbuhkan semangat gotong-royong dan etos kerja keras dalam masyarakat," tegasnya.

Kemanunggalan TNI bersama rakyat bukan hanya pada kalangan dewasa tetapi juga anak-anak. Melalui pola pendidikan menggunakan wayang, Serma Paijan sukses mendekati anak-anak pelajar. Dia mencontoh cara Sunan Kalijaga penyebar Agama Islam, yang menggunakan wayang untuk berdakwah.

Sembari membawa tokoh punakawan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, dia menggelar pertunjukan wayang di bawah rimbunnya pohon di sudut jalan. Tangannya lincah memainkan wayang yang diselingi banyolan lucu. Tak sedikit para penonton tertawa riang menyaksikan dalang berseragam loreng itu.

“Pertunjukannya tokoh punakawan ini memang kemasannya dibuat ringan dengan inti muatan cerita wawasan kebangsaan. Tujuannya agar gampang dicerna dan mudah dipahami. Generasi muda harus melek teknologi, tetapi jangan tinggalkan jati diri dan budaya bangsa,” ujar Babinsa yang keseharian berdinas di Koramil 01/Demak itu.

Dia menyampaikan, bakat mendalang itu muncul sejak masih anak-anak. Hingga menjadi prajurit TNI, kegemarannya memainkan wayang tak pernah ditinggalkan. Cara itu, terbukti ampuh bisa mengumpulkan anak-anak dan warga lainnya untuk mendengarkan pesan-pesan sosialisasi kebangsaan.

TMMD Jateng

“Dengan cara ini dua agenda bisa dijalankan dalam satu frame. Tetap manunggal membangun desa, para orangtuanya gotong-royong ngecor jalan, dan anaknya dapat wawasan kebangsaan dan terhindar dari kecanduan game online," tandasnya.

Khusus di wilayah Kodim Demak, sasaran fisik yang dicapai selama pelaksanaan TMMD antara lain pengerjaan talud di Lapangan Desa Kalikondang sepanjang 220 meter, lebar 0,30 meter, dan tinggi 1 meter. Betonisasi jalan di Dukuh Prigi sepanjang 413 meter, lebar 4 meter dan tebal 0,15 meter, jalan Dukuh Krajan panjang 122 meter, lebar 4 meter, tebal 0,15 meter, jalan Dukuh Krajan panjang 23 meter, lebar 2 meter, tebal 0,15 meter, jalan Dukuh Duduk panjang 63 meter, lebar 3,5 meter, tebal 0,15 meter, dan jalan Dukuh Duduk panjang 55,5 meter, lebar 3,30 meter, tebal 0,15 meter. Selain itu, pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) sebanyak 14 unit, sanitasi/jamban 3 unit, dan Poskamling sebanyak 2 unit.

Melalui TMMD, TNI melakukan pembinaan pemberdayaan semua potensi desa mulai geografi, demografi, maupun kondisi sosial menjadi potensi pertahanan baik pada aspek ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Dengan cara itu maka dapat meningkatkan ketahanan wilayah dalam menghadapi setiap ancaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini