Legitimasi Hasil Pemilu Kuat, Masyarakat Harap Terbentuk Pemerintahan Efektif

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 17:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 09 605 2089952 legitimasi-hasil-pemilu-kuat-masyarakat-harap-terbentuk-pemerintahan-efektif-UYlGD5BcUY.jpg Lembaga Survei Cyrus Merilis Temuannya Usai Pemilu 2019 (foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Lembaga survei Cyrus Network merilis temuannya terkait hasil Pemilu 2019. Hasilnya, pesta demokrasi lima tahunan itu mendapatkan legitimasi yang kuat dari kepercayaan masyatakat.

CEO Cyrus Network Hasan Nasbi Batupahat, tercatat 90% responden menyatakan bahwa mereka menerima hasil Pileg dan Pilpres dan sekitar 93% responden menilai bahwa Pemilu 2019 berjalan aman dan tertib.

Baca Juga: Sebut Pemilu 2019 Munculkan Disintegrasi, Megawati: Jangan Sampai Jadi Air Bah! 

Hasin menilai, dukungan publik ini sebagai sinyal bahwa masyarakat lelah terhadap pemecahbelahan politik yang sudah terjadi beberapa tahun terakhir.

"Di sini terlihat masyarakat berharap bisa terbentuk pemerintahan yang efektif dari Pemilu yang lalu," kata Hasan dalam merilis hasi surveinya di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Penetapan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden & Wapres Terpilih 

Ia juga menilai upaya ini perlu dilakukan dengan merangkul sebanyak mungkin energi bangsa, kekuatan-kekuatan politik, supaya bisa membangun pemerintahan yang efektif.

"Pemerintahan efektif harus ada perencanaan melalui legislasi, ketika banyak yang support di parlemen semakin bagus sebenarnya. Eksekutif yang mengeksekusi rencana juga harus bagus dan kompeten. Ketika presiden diberikan opsi banyak orang kompeten kan bagus, tapi jangan sampai presiden dibelenggu juga," kata Hasan.

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, penerimaan masyarakat ini menandakan kompetisi politik harusnya sudah selesai dan fokus harus dialihkan untuk memajukan bangsa dan negara.

"Sekarang tinggal bagaimana mendorong pemerintahan Pak Jokowi periode kedua ini bisa lebih sukses," kata Bambang.

Menurut dia, temuan survei ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat menginginkan rasa kebangsaan dan persatuan merupakan di atas segala-galanya.

"Sikap-sikap kenegarawanan pemimpin kita untuk mengutamakan kepentingan bangsa juga berperan terhadap penilaian masyarakat ini," kata Bamsoet yang juga Caketum Golkar itu.

Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo usai Pilpres 2019 juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebesar 63% responden mengapresiasi pertemuan ini dan menilai pertemuan tersebut sebagai upaya rekonsiliasi, bukan hanya sekadar bagi-bagi jabatan.

Baca Juga: Hadiri Pembekalan Caleg PDIP, Jokowi: Intinya Memberikan Semangat 

"Saya sangat mengapresiasi dukungan publik terhadap proses rekonsiliasi ini. Kalau saya sekarang Ketua Umum Golkar saya tidak akan tanya berapa jatah Golkar, tapi saya akan tanya Pak Jokowi akan bawa kemana arah bangsa ini, butuh legislasi apa, dukungan apa, Golkar akan dukung. Kita juga menyerahkan kepada presiden soal bagaimana mekanisme penentuan orang-orang yang akan dipilih untuk membantunya," ujar Bambang.

Survei Cyrus Network dilaksanakan pada 22-28 Juli 2019 dengan melibatkan 1.230 responden di 34 provinsi di Indonesia. Tingkat kepercayaan survei ini 95% dengan margin of error sebesae ± 3%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini