nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serunya Tradisi Arak-Arakan Hewan Kurban di Kampung Temanggungan Malang

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 11 Agustus 2019 19:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 11 519 2090558 serunya-tradisi-arak-arakan-hewan-kurban-di-kampung-temanggungan-malang-lV775yUrf2.jpg (Foto: Avirista/Okezone)

KOTA MALANG – Banyak tradisi menarik masyarakat di Indonesia dalam merayakan Idul Adha. Di Kampung Temanggungan, Kota Malang misalnya, tradisi unik yang sudah berusia puluhan tahun tetap dilestarikan masyarakat.

Dalam tradisi tersebut, hewan kurban yang akan disembelih diarak terlebih dahulu keliling kampung sebelum dipotong.

Bahkan dalam arak-arakannya, warga juga membawa banner, spanduk, balon, hingga flare.

Ketua panitia Idul Kurban Kampung Temanggungan, Maulana Ababil mengatakan, momentum Idul Adha tahun ini juga sangat spesial lantaran beriringan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74. Sehingga oleh panitia, tradisi arak-arakan hewan kurban diiringi semarak merayakan kemerdekaan.

Foto: Avirista/Okezone

"Soal diarak, ini untuk mempuasakan hewan kurban agar aliran darah yang keluar lancar dan daging jadi segar. Karena sudah menjadi tradisi kampung dan tradisi ulama NU di Kampung Temenggungan. Kami melestarikan tradisi itu," kata Maulana, ditemui Okezone, Minggu (11/8/2019).

Maulana menambahkan, tradisi ini sudah diperkenalkan oleh ulama setempat sejak 1975, rute arak-arakan pun berubah. Dimulai dari Jalan Gatot Subroto kemudian ke Jalan Ariesmunandar, Jalan Zainul Arifin, Jalan KH Ahmad Dahlan lalu kembali ke Jalan Gatot Subroto.

Usai berkeliling mengelilingi kampung dengan jarak kurang lebih 2 kilometer. Hewan kurban ini lantas mengantre sesuai nomor urut masing-masing sebelum disembelih oleh juru sembelih pantia Idul Kurban.

Foto: Avirista/Okezone

Alhasil tradisi arak-arakan hewan kurban ini menjadi sesuatu yang ditunggu warga dan wisatawan yang sedang berkunjung ke Malang. Warga rela menunggu di pinggir jalan untuk melihat tradisi ini. Tak jarang mereka sesekali mengabadikan momen ini di HP mereka.

Salah seorang warga, Saif Hajarani mengatakan, tradisi arak-arakan hewan kurban ini dapat menyemarakkan suasana Idul Adha, apalagi tahun ini juga berdekatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan.

"Ya bagus mas setahun sekali. Acara sepert ini karena syiar dengan keleling kampung ini juga bisa membangkitkan rasa untuk orang berkurban di Hari Raya Idul Adha," ujar Saif Hajarani.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini