nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Longsor di Myanmar Renggut 51 Jiwa

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 14:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 12 18 2090876 longsor-di-myanmar-renggut-51-jiwa-NhIbOGNgZZ.jpg Petugas masih mencari korban hilang imbas longsor di Myanmar. Foto Departemen Pemadam Myanmar/Floodlist

YANGON – Longsor yang dipicu oleh hujan lebat di Myanmar telah merenggut 51 jiwa.

Laporan Bangkok Post yang mengutip Departemen Layanan Kebakaran negara longsor terjadi di Mon State. Saat itu proses pencarian korban masih dilakukan.

Tanah longsor terjadi pada Jumat 9 Agustus 2019 pagi ketika sebagian besar lereng gunung runtuh di desa Paung, Kotapraja Thanphyu usai hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari.

Sebuah biara Budha, 25 rumah, dan empat truk serta sedan milik warga terkubur oleh longsor.

Baca juga: Pengadilan Myanmar Perintahkan Penangkapan Wirathu, Biksu Radikal Pembenci Rohingya

Sebagian besar kendaraan lainnya tersapu hingga terbawa ke jalan raya utama.

Foto/Reuters

Sebagian besar Negara Bagian Mon dan negara-negara tetangga di Myanmar selatan telah diguyur hujan lebat yang dipengaruhi oleh cuaca tropis di Teluk Benggala, menyebabkan banjir yang meluas.

Hujan lebat dalam beberapa pekan terakhir telah memaksa puluhan ribu orang di Myanmar selatan mengungsi.

Terseret Longsor

Nyo Nyo Win yang berusia 35 tahun kepada Reuters menyampaikan, “Ini rumah saya. Sekarang semuanya hilang. Kami tidak punya apa-apa lagi," kata dia berdiri di rumahnya yang sudah hancur.

Sembilan anggota keluarganya tewas, termasuk putra dan ayahnya.

Pertama, tiang lampu di jalan mulai jatuh dan kemudian penduduk desa lari ke rumah mereka karena takut tersengat listrik.

“Semua orang berhasil masuk ke rumah mereka, termasuk ayah saya dan delapan lainnya masuk ke. Itu terjadi begitu cepat, hanya dalam hitungan detik. ”

“Pertama, saya mendengar suara gemuruh dan saya berada di bawah lumpur,” kata Phyo Ko Ko Oo yang berusia 35 tahun.

Kaki kirinya terluka parah saat ia berjuang untuk membebaskan dirinya dari lumpur.

Chan Aye (42) mengatakan dia, putra dan istrinya diseret ke sungai oleh tanah longsor.

"Aku memeluk mereka saat kami diseret bersama dengan tanah longsor," katanya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini