Soal Kursi Pimpinan MPR, Yasonna Laoly: Kalau Boleh Musyawarah Mufakat

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 20:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 12 606 2091063 soal-kursi-pimpinan-mpr-yasonna-laoly-kalau-boleh-musyawarah-mufakat-Pfbj5apmvl.jpg Yasonna Laoly

JAKARTA - Menkumham Yasonna H. Laoly berharap partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf dan parpol lainnya bisa menyepakati siapa sosok yang didapuk sebagai Ketua MPR. Menurut dia, seharusnya jabatan Ketua MPR bisa dilakukan secara musyawarah dan mufakat.

"Ya kita serahkan saja nanti pada para koalisi dan seluruh partai-partai. Kalau boleh musyawarah mufakat dulu. Jangan ada voting lah karena MPR ini kan Majelis Permusyratawan Rakyat," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Ilustrasi

Menurut Yasonna, voting merupakan langkah terakhir untuk mencapai kesepakatan siapa yang akan menjabat Ketua MPR. Ia pun menyerahkan penunjukkan Ketua MPR tersebut kepada parpol.

"Kecuali yang terakhir kemarin ada voting. Waktu sebelumnya tidak ada voting pada pemilihan, sekarang ini kita berharap penetuan pimpinan ini musyawarah mufakat saja. Kita serahkan pada seluruh parpol yang tidak hanya koalisi tapi smua parpol untuk duduk bersama," imbuhnya.

Baca Juga: Penambahan Pimpinan MPR Jadi 10 Orang Cuma soal Pragmatisme

Politikus PDI Perjuangan itu menerangkan bahwa MPR merupakan lembaga tertinggi sebelum menggunakan sistem presidensial. MPR, lanjut dia, merupakan lembaga dimana ada anggota DPD bersama di dalamnya bersatu dan membentuk sebuah majelis.

"Saya kira kalau musyawarah untuk mufakat akan lebih baik lagi. Apapun namannya itu duduk bersama sepakati bersama," kata dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini