Kisah Rosyid Terselamatkan Sambal Kacang saat Menjalankan Beasiswa ke Polandia

Delia Citra, Okezone · Senin 12 Agustus 2019 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 12 65 2090900 kisah-rosyid-terselamatkan-sambal-kacang-saat-menjalankan-beasiswa-ke-polandia-S8Q8a3Grpg.jpeg Mahasiswa Unej Rosyid Beasiswa ke Polandia (Foto: Unej)

JAKARTA - Mahasiswa Program Doctoral Pascasarjana Ilmu Administrasi Universitas Jember Achmad Facthor Rosyid menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia dalam program PROM Summer School for PhD Student di Wroclaw University of Economics, Polandia. Dirinya lolos seleksi dan mendapatkan beasiswa dari Wroclaw University of Economics Polandia.

Baca Juga: Ternyata Bonggol Jagung Bisa untuk Bahan Dasar Plastik, Caranya?

Rosyid mengaku sangat bersyukur Universitas Jember ada MoU dengan WroClaw University, karena tanpa adanya kerjasama itu mungkin dia tidak akan terpilih untuk mewakili Universitas Jember dan satu-satunya peserta dari Indonesia. Hal ini tidak pernah dia bayangkan sebelumnya karena bisa belajar sekaligus jalan-jalan ke Benua Eropa.

Selama 10 hari berada di Polandia ada hal-hal yang menarik yang Rosyid rasakan. Dia mengaku kesulitan mengubah pola makan nasi menjadi roti daging.

Baca Juga: Penataan Lanskap Istana Presiden di Cipanas Libatkan IPB dan Mahasiswa

Berbeda halnya dengan di Indonesia, nasi sangat sulit ditemukan di Polandia. Beruntung ada teman-teman Rosyid penduduk asli Polandia yang baik kepadanya dan dia mau membantu Rosyid untuk mencarikan dan memasak beras tersebut untuknya.

Menurutnya, orang Indonesia itu belum makan kalau belum makan nasi. Sekalipun ada nasi itu adalah nasi merah dan menurutnya itu kurang cocok untuk lidah Indonesia. Mau tidak mau Rosyid pun saran dan makan siang dengan roti tersebut. Beruntungnya, dia membawa sambal kacang dari Indonesia yang selalu dia bawa dalam saku selama di Polandia.

“Jadi saat ada jamuan makan saya keluarkan sambal kacang. Kemudian saya campur air hangat dan dimakan bersama roti. Saya jadi bahan tertawaan saat makan bersama karena makan roti tidak seperti umumnya. Kadang di kamar saya masak mi instan, saya bawa setengah kardus,” lanjut Rosyid dilansir dari akun resmi Universitas Jember, Senin (12/8/2019).

Tidak hanya perbedaan makanan saja, tetapi perbedaan salat juga membuatnya sedikit kesulitan. Pasalnya, ia mengaku bahwa perbedaan Indonesia dengan Polandia membuat Rosyid pernah ketinggalan waktu sholat. Hal itu dikarenakan bahwa di Polandia sedang musim panas sehingga waktu malam jauh lebih pendek dari pada siang hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini