Polusi Jakarta Mengkhawatirkan, Jajal Sepeda Listrik Buatan 3 Mahasiswa Ini Yuk

Delia Citra, Okezone · Senin 12 Agustus 2019 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 12 65 2090916 polusi-jakarta-mengkhawatirkan-jajal-sepeda-listrik-buatan-3-mahasiswa-ini-yuk-ZcnzhdQzSo.jpg Foto: Sepeda Listrik Ramah Lingkungan (Ist)

JAKARTA - Mahasiwa harus memiliki kreativitas yang tinggi. Dengan kreativitas tersebut mahasiswa bebas menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Sebagai contohnya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah menciptakan sepeda listrik yang ramah lingkungan yang diberi nama Mecha-Electric Bike (MEL-BIKE).

Mahasiswa tersebut adalah Muhammad Rizqi Mubarok (angkatan 2016), Misbachul Falach (angkatan 2016), dan Pramitha Yuniar (angkatan 2017) yang berhasil menggagas ide brilian ini sehingga mampu melenggang ke pentas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2019 di Bali nanti.

 Baca Juga: Atasi Limbah Zat Warna, 5 Sekawan ITS Sabet Medali Emas Olimpiade IImiah

Menurut Ketua Tim PKM yang biasa disapa dengan Barok , ia dan tim membuat inovasi sepeda hybrid (yang dapat dijalankan dengan dua sistem). Yakni gabungan sepeda mekanik (kayuh) dan elektrik (motor) lewat perantara switching (saling berganti, red). Kayuhan sepeda dimanfaatkan sebagai penghasil listrik untuk pengisi daya baterai.

“Lalu ketika pengendara letih, dapat mengganti ke fitur motor listrik dengan cara di-switch agar dapat digunakan seperti motor pada umumnya,” ujar mahasiswa asal Gresik ini dilansir dari situs resmi ITS, Senin (12/8/19).

 Baca Juga: Pengembangan Mobil Listrik RI di Kampus Harus Difasilitasi

Sepeda listrik MEL-BIKE ini diciptakan tidak hanya sebagai sepeda listrik yang dapat dikayuh, namun hasil kayuhannya pun dapat menjadi pengisi daya baterai sepeda tersebut. Jadi, ada energi daur ulang yang dimanfaatkan kembali.

Ada beberapa keunggulan dari MEL-BIKE ini yaitu MEL-BIKE bisa bergerak selaju 30 km per jam dengan bobot penumpang 60 kg. Sepeda ini juga dapat diisi baterainya dari keadaan kosong hingga penuh dalam waktu kurang lebih 37 jam. Baterai MEL-BIKE juga dapat diisi melalui port charger ke stopkontak. Selain itu, sepeda listrik ini juga menyediakan USB charger.

Untuk prototipenya sendiri, Barok bersama timnya telah masuk ke tahap pembuatan cover untuk menutupi komponen listrik yang ada. Selanjutnya, tim PKM Departemen Fisika ini optimistis agar dapat menggunakan MEL-BIKE dalam perkuliahan mereka di ITS.

“Hingga ke depannya nanti, dapat digunakan oleh masyarakat luas,” ujar Barok.

Usut punya usut, tim PKM binaan Bachtera Indarto ini rupanya terinspirasi dari kondisi polusi di Indonesia, khususnya Jakarta yang saat ini dinobatkan sebagai salah satu kota dengan polusi udara terparah di dunia. Barok tidak ingin agar seluruh wilayah Indonesia juga bernasib serupa.

“Dari hal itulah, masyarakat dan pemerintah harus mulai serius beralih menggunakan kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan seperti MEL-BIKE kami,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini