nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhan Tekankan Mahasiswa Tak Terpengaruh Hasutan Mengubah Pancasila

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 13:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 13 65 2091297 menhan-tekankan-mahasiswa-tak-terpengaruh-hasutan-mengubah-pancasila-1ZeEuI7RXd.jpg Foto: Menteri Pertahanan (Okezone)

SOLO - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memberikan kuliah umum perdana di Universitas Sebelas Maret (UNS). Meski pensiunan jenderal, dengan gaya bahasa anak milenial, Menhan menekankan agar 8.639 orang mahasiswa baru UNS tidak terpengaruh dengan kelompok-kelompok yang ingin mengubah Pancasila dan NKRI.

Dia mengambil perumpaan binatang buas Macan. Dimana, ungkapnya, seganas-ganasnya macan, tidak mungkin, macan itu membunuh anaknya sendiri.

"Tapi perumpaan itu tidak berlaku seperti kejadian di Jawa Timur. Di mana ada seorang ibu yang dengan tega mengajak dua anaknya menyongsong bom. Seharusnya ibu itu takut begitu pula anaknya. Tapi nyatanya tidak, kenapa bisa begitu, karena mindset telah berubah," terang dia yang disambut tepuk tangan para mahasiswa baru UNS, Selasa (13/8/2019).

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memberikan kuliah umum perdana di Universitas Sebelas Maret (UNS)

Padahal, pada awal menikah, ungkap dia, semuannya ingin cepat-cepat dikaruniai seorang anak. Bahkan rela berobat kemana-mana untuk mendapatkan anak. Bila upaya itu gagal, alternatifnya mengadopsi anak.

"Begitu punya anak, namannya seorang ibu itu sangat sayang sekali dengan anaknya. Berbulan-bulan bertahun-tahun sayang banget dengan anaknya. Tapi begitu mindset berubah, termakan oleh ajaran yang tidak benar semuannya itu sirna," ujarnya.

Baca Juga: UNS Bangun Klinik Gagal Jantung Pertama di Jateng

Karena itulah, usai kuliah umum terbuka, Menhan mengatakan apa yang disampaikan dihadapan para mahasiswa UNS ini bukan sekedar kuliah umum biasa. 

Tapi, apa yang disampaikannya itu ada penekanan-penekanan terhadap mereka agar mereka tidak terpengaruh yang akan merubah Pancasila salah satunya khilafah.

"Tidak benar menaikan bendera merah putih itu khafir. Menyanyikan lagu Indonesia raya itu, khafir. Tahu tidak yang mendirikan bangsa ini sudah pada mati menyatu dengan tanah hanya untuk Pancasila," terangnya kepada Okezone usai kuliah umum.

Baca Juga: Mahasiswa Baru, Rektor UNS: Harus Siap Jadi Global Citizen

Menurut dia, cinta Tanah Air itu harus ditekankan pada para mahasiswa. Lantaran, dua puluh tahun mendatang generasi ini yang akan berperan mengatur negara.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memberikan kuliah umum perdana di Universitas Sebelas Maret (UNS)

"Kalau tidak ada Pancasila, rusak negara ini seperti di Timur Tengah. Tidak ada lagi NKRI. padahal NKRI itu harga mati. Dan syariah itu ada di sila pertama. Para pendiri bangsa itu sudah memikirkan semuannya untuk bangsa ini. Mau bicara syariah, mau bicara Tauhid, semua ada di pancasila. Lakum dinukum waliyadin juga ada di Pancasila," terangnya.

Sehingga, Menhan tidak memperdulikan bila dirinya orang yang paling dibenci teroris. Bagi dirinya, sampai kapan pun Pancasila dan NKRI harga mati.

"Sudah hebat itu Pancasila," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

UNS

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini