nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Yakin Ledakan di Rusia Terkait Program Rudal

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 11:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 18 2091688 as-yakin-ledakan-di-rusia-terkait-program-rudal-je2WcigmoE.jpg Ilustrasi Foto/Reuters

LONDON - Amerika Serikat (AS) meyakini ledakan yang terjadi di Rusia pada minggu terkait dikaitkan dengan program rudal jelajah peluncur, kata seorang pejabat senior administrasi Trump.

Lima ilmuwan tewas di kota Sarov, Rusia pada Senin (13/8).

Badan nuklir negara bagian Rosatom menyatakan ledakan akihat kesalahan uji coba roket di bagian Rusia utara.

Pejabat AS, yang tidak ingin diungkap identitasnya, mengatakan kepada Reuters bahwa Washington belum mengetahui informasi ledakan nuklir tetapi percaya itu melibatkan unsur radioaktif.

Pejabat itu menambahkan upaya Rusia untuk mengembangkan rudal jelajah hipersonik menimbulkan pertanyaan apakah perjanjian nuklir Start Baru, yang akan berakhir pada awal 2021, harus diperpanjang selama lima tahun.

Baca juga: Korban Tewas Ledakan Mesin Roket Rusia Bertambah Jadi Lima Orang

Lima orang dikonfirmasi tewas dan tiga lainnya terluka akibat ledakan roket di sebuah lokasi uji coba Angkatan Laut Rusia. Lonjakan radiasi sempat dilaporkan menyusul terjadinya ledakan.

Keterangan perusahaan Nuklir Rusia, Rosatom yang dilansir BBC, Sabtu (10/8/2019) mengatakan bahwa insiden pada Kamis itu terjadi selama uji coba mesin roket berbahan bakar cair. Perusahaan itu mengatakan kepada media Rusia bahwa tim insinyur dan tekniknya tengah mengerjakan "sumber daya isotop" untuk sistem propulsi roket.

Pihak berwenang di Severodvinsk, 47km timur Nyonska, mengatakan bahwa tingkat radiasi sesaat setelah ledakan lebih tinggi dari normal selama sekira 40 menit tetapi kembali normal. Warga setempat bergegas membeli yodium medis, menyebabkan stok yodium di apotek-apotek dilaporkan habis di Kota Arkhangelsk dan Severodvinsk.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini