nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ledakan Roket Rusia Sebabkan Tingkat Radiasi Meningkat 16 Kali di Atas Normal

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 14:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 18 2091795 ledakan-roket-rusia-sebabkan-tingkat-radiasi-meningkat-16-kali-di-atas-normal-p1cg7gur8F.jpg Lokasi uji coba Nyonoksa. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Dinas cuaca Rusia, Rosgidromet, mengatakan bahwa tingkat radiasi di dekat lokasi ledakan mesin roket, yang menewaskan lima orang, di utara jauh Rusia telah meningkat 16 kali lipat di atas normal. Tingkat radiasi itu tercatat di Kota Severodvinsk setelah ledakan terjadi.

Ledakan itu terjadi di lepas pantai kota di fasilitas militer di Laut Putih pada Kamis pekan lalu, menewaskan lima peneliti dari badan nuklir Rusia, Rosatom yang terlibat dalam uji coba sebuah mesin bertenaga nuklir di sana.

BACA JUGA: Korban Tewas Ledakan Mesin Roket Rusia Bertambah Jadi Lima Orang

Rosgidromet mengatakan bahwa bacaan radiasi gamma di enam stasiun pengujian di Severodvinsk, sebuah kota berpenduduk 180.000 orang, berkisar antara 4 hingga 16 kali angka normal 0,11 microsieverts per jam. Pembacaan hingga 1,78 microsieverts per jam terdeteksi di salah satu stasiun. Angka itu jauh di atas normal tetapi di bawah tingkat berbahaya.

Para ahli nuklir mengatakan bahwa pada tingkat ini, radiasi hanya akan menimbulkan sedikit kerusakan pada manusia. Demikian diwartakan BBC, Rabu (14/8/2019).

Penemuan dari Rosgidromet itu bertentangan dengan laporan awal dari pejabat Severodvinsk.

Pihak berwenang di Severodvinsk mengatakan bahwa tingkat radiasi sesaat setelah ledakan lebih tinggi dari normal selama sekira 40 menit tetapi kemudian kembali normal. Sebaliknya, Rosgidromet mengatakan lonjakan itu berlangsung selama dua setengah jam.

BACA JUGA: AS Yakin Ledakan di Rusia Terkait Program Rudal

Ledakan itu memicu kepanikan di kalangan penduduk setempat, dengan sebagian membeli yodium medis, yang dapat membatasi efek radiasi. Stok farmasi yodium dilaporkan habis di Kota Arkhangelsk dan Severodvinsk yang berada di dekat lokasi ledakan.

Pada Selasa, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak untuk menguraikan rincian uji coba tersebut dan hanya mengatakan kepada wartawan bahwa "kecelakaan, sayangnya, terjadi". Dia mengatakan bahwa, bagaimanapun, sektor teknik nuklir Rusia "secara signifikan melampaui tingkat yang telah dicapai oleh negara-negara lain untuk saat ini".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini