nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Momen Pembaptisan "Sadis" Menyebabkan Bayi Terluka di Rusia

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 21:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 14 18 2091872 momen-pembaptisan-sadis-menyebabkan-bayi-terluka-di-rusia-X7K2ZEihU0.jpg Momen pastor Kristen Ortodoks di Rusia melakukan ritual baptis "sadis". Foto/East2West/Daily Mail

ST PETERSBURG - Seorang pastor diskors selama setahun setelah sebuah video memperlihatkan ritual pembaptisan sadis muncul di internet.

Rekaman menunjukkan Pendeta Kristen Ortodoks Rusia, Fotiy Necheporenko dengan paksa menceburkan bocah laki-laki berusia satu tahun ke dalam cawan berisi air, sementara sementara anak itu berteriak ketakutan.

Anak yang ketakutan mengalami lecet dan memar di leher dan bahunya usai menjalani pembaptisan di sebuah gereja di Gatchina, dekat St. Petersburg, Rusia.

Ibu anak itu, Anastasia Alexeeva (24), mencoba turun tangan untuk mengambil anaknya dari pastor Necheporenko.

Namun pastor berusia 55 tahun itu menolak dan tetap memaksa melakukan pembabtisan.

"Bayiku lecet di bahu dan leher," kata Alexeeva mengutip Daily Mail, Rabu (14/8/2019).

"Dia takut sekarang. Suka panik dan menjerit," lanjutnya.

Baca juga: Uskup Siprus Sebut Penyebab Gay Akibat Ibu Hamil Melakukan Seks Anal

Baca juga: Fokus Main Gim di Ponsel, Bocah 9 Tahun Jatuh ke Peron Stasiun Kereta

Alexeeva mengatakan pastor itu bersikeras untuk merendam bayinya, padahal ukuran cawan cukup ruang.

“Dia harus menyiramkan air ke kepala bayiku. Tetapi dia tetap memutuskan untuk merendam bayiku dengan caranya sendiri. Si kecil menangis,” kata dia.

Melihat reaksi pastor, Alexeeva mendekati pastor dan berusaha meraih bayinya tapi mendapat penolakan dari pastor.

"Aku hampir terbakar karena syal saya menyentuh lilin di sekitar cawan," ungkapnya

Foto/Daily Mail

Kantor berita Fontanka melaporkan, ritual pembaptisan yang menelan biaya 3.500 rubel (Rp774 ribu) terlihat sadis, dan bayinya mengalami luka.

Sebelum diskors, pastor Necheporenko membela diri dan menyalahkan emosi sang ibu yang tinggi.

“Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Tidak ada, dan itu bukan salah saya sama sekali. Dia orang tanpa pengalaman gereja. Dia belum siap untuk dibaptis,” tuturnya.

Menurut aturan gereja Orthodoks, bayi harus terendam tiga kali di bawah air saat ritual pembaptisan.

“Ini yang saya lakukan. Bayi itu tidak terendam. Saya telah 26 tahun menjalani tugas saya dan saya selalu membaptis anak-anak seperti ini,” Necheporenko membela diri.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini