nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Prospek Perkembangan Perguruan Tinggi Indonesia di Era Teknologi

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 19:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 65 2091980 intip-prospek-perkembangan-perguruan-tinggi-indonesia-di-era-teknologi-1nBIzsTbz1.jpg Foto: Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron

JAKARTA - Pendidikan di Indonesia diprediksi akan terus meningkat di tengah era digitalisasi saat ini. Pendidikan utamanya di perguruan tinggi terus berbenah menyesuaikan semua kurikulum dan program untuk anak-anak milenial saat ini.

Direktur Jendral Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti menilai, pendidikan di Indonesia saat ini sangat menarik, meski secara peringkat perguruan tinggi dunia belum ada yang masuk jajaran top 100. Namun, kata dia, kecenderungan untuk menjadi lebih bagus itu keliatannya semakin nyata, seperti telah dilakukan berbagai upaya termasuk meningkatkan infrastruktur terutama kelas.

Baca Juga: Mensesneg: Rektor Asing untuk Dobrak Kompetisi Kampus di Indonesia

Kemudian, meningkatkan iklim akademik di dalam perguruan tinggi dan kita menyelesaikan berbagai macam masalah-masalah di perguruan tinggi baik dari sisi akses yang angka partisipasi kasar 31,4% sekarang sudah 34% dan kita ingin 2024 itu bisa sekitar 55% masyarakat di Indonesia harusnya kuliah itu bisa dengan online. Dan sekarang sudah kita permudah untuk mengurus perubahan program studi

"Jadi ada perubahan-perubahan di dalam pendidikan tinggi yang ada di Indonesia,“ ujarnya, saat mengunjungi Redaksi Okezone.com.

Kemenristekdikti

Dia mengatakan, sekarang industri di Indonesia juga dituntut untuk membantu mengembangkan sumber daya manusia melalui program vokasi. Hal itu, membantu pendidikan di Indonesia akan semakin baik, seperti yang akan dilakukan Gojek dengan membukan kampus, di mana mahasiswanya bisa belajar dari mana saja.

"Karena mahasiswa kita umumnya milenial, mereka tertarik untuk hal hal yang sifatnya baru yang menantang gitu, yang dinamis tidak seperti model dulu. Bahkan sekarangpun dari rumah mereka bisa belajar bisa komunikasi mengakses tidak saja laboratorium namun juga perpustakaan untuk konsultasi kepada dosennya," ujarnya.

Baca Juga: Rektor UT: Dosen Asing Bisa Meningkatkan Kualitas Kampus di Indonesia

Ghufron mengakui, masih ada tantangan dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan Indonesia. Hal utamanya adalah mutu dosen di Indonesia.

"Tidak ada universitas yang baik tanpa adanya dosen yang baik, nah mutu dosen di Indonesia memang masih enjadi tantangan tetapi upaya upaya ke sana itu semakin jelas. Bagi contoh yang terakhir ini banyak dosen yang masih belum punya waktu untuk merenung, maka Kemenristek membuat program dosen merenung, mereka merenung untuk bagaimana melakukan sebuah lompatan," tuturnya.

Oleh karena itu, Kemenristek berharap seorang dosen tidak boleh statis dan tidak responsif tanpa suatu perubahan. Apalagi saat ini perkembangan teknologi termasuk revolusi industri 4.0 yang luar biasa dan internet of change dosen harus cepat melek, cepat respons dan cepat adaaptasi.

"Sedemikian rupa sehingga Indonesia bisa berkembang, tanpa itu kita akan ketinggalan zaman. Jadi, terutama kaum milenial saya yakin mereka sangat gandrung terhadap internet of change, tidak ada kehidupan tanpa intrnet of change," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini