nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rektor Asing Perdana Pimpin Perguruan Tinggi Swasta

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 21:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 14 65 2092012 rektor-asing-perdana-pimpin-perguruan-tinggi-swasta-iVbEMBSmU8.jpg Ilustrasi Dosen Asing Sedang Mengajar (Foto: Quizben)

JAKARTA – Kepala Staf Presiden Moeldoko menyatakan, pemerintah bakal mendatangkan rektor asing pertama untuk perguruan tinggi swasta.

Hal itu berdasarkan keputusan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kendati demikian, dia enggan menyebut dari negara mana rektor asing itu berasal, hanya saja dipastikan dari Benua Asia.

Baca Juga: Mensesneg: Rektor Asing untuk Dobrak Kompetisi Kampus di Indonesia

"Akan diawali salah satu perguruan tinggi swasta. Kami akan dihadirkan dari kawasan Asia rektor itu, nanti negaranya akan disampaikan," ujar Kepala Staf Presiden Moeldoko di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Kepala Staf Presiden Moeldoko menjelaskan, rencana mendatangkan rektor asing bukan berarti membuktikan kualitas rektor dalam negeri yang kurang baik. Justru itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas rektor dalam negeri dengan cara memperketat kompetisi.

Baca Juga: Rektor UT: Dosen Asing Bisa Meningkatkan Kualitas Kampus di Indonesia

"(Rektor asing) Itu sebagai upaya membangun kompetisi, itu saja. 'Oh berarti rektor Indonesia masih dianggap enggak hebat', bukan itu," katanya.

Dia mengibaratkan, kehadiran rektor asing sebagai persaingan dalam lomba lari. Di mana para rektor dalam negeri akan berlomba berbenah guna menjadi yang terbaik.

"Akan hebat lagi kalau di sampingnya ada orang-orang yang perlu di ajak lari. Kalau saya pelari, saya merasa 10 menit sudah hebat. Tapi kalau begitu sebelah saya ini pelarinya 9 koma sekian, saya akan latihan lagi," jelas dia.

Sehingga menurutnya, adanya rektor asing dipastikan sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak daya saing Indonesia. Di mana saat ini dalam indeks daya saing global (World Competitiveness Index), Indonesia berada di peringkat 45 dari 140 negara.

"Jadi upaya untuk menghadirkan rektor asing itu dalam rangka membangun kompetisi global. Enggak ada tujuan yang lain. Tujuan utama membangun kompetisi global," kata Kepala Staf Presiden Moeldoko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini