nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Tulang Ikan Tuna Bisa Disulap Jadi Penyerap Limbah Logam Berat

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 17:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 15 65 2092350 ternyata-tulang-ikan-tuna-bisa-disulap-jadi-penyerap-limbah-logam-berat-Nl4q022imo.jpg Foto: Tulang Ikan Tuna Disulap Jadi Penyerap Limbah Logam Berat (Ist)

JAKARTA – Mahasiswa IPB University berhasil mengubah tulang ikan tuna menjadi produk yang dapat menyerap limbah logam berat. Inovasi penyerap limbah logam berat ini diberi nama A-Logam.

Mereka adalah Avia Sefrianty Hidayat, Muhammad Farhan, dan Zulfa Aulia Rahma berasal dari siswa Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

 Baca Juga: Ospek IPB Pecahkan Rekor Dunia Kategori Lenticular People Formation

Mereka mengaku membuat inovasi baru ini terinspirasi saat sedang menyantap makanan laut yang kemudian membuat pencernaan mereka terganggu.

Pengembangan produk ini bertujuan untuk meningkatkan laju penyerapan dan memfasilitasi proses menghilangkan partikel adsorpsi (adsorben) setelah mereka diterapkan. Pernyataan itu dikatakan oleh avia selaku ketua Tim.

Avia mengatakan bahwa sebuah logam mengandung partikel mineral hidroksiapatit yang terbuat dari pengolahan limbah tulang tuna sehingga logam dapat mengurangi kandungan logam berat dalam air yang tercemar ketika dicelupkan ke dalam air.

“Ada proses adsorpsi di mana ion logam berat" tersedot ke permukaan hidroksiapatit. partikel mineral. Kami menggabungkan mineral ini dengan magnetit yang disintesis dari pasir besi yang dapat diperoleh dengan mudah di banyak pantai Indonesia,” ujar Avia Sefrianty Hidayat yang dikutip dalam situs resmi IPB, Kamis (14/8/2019)

 Baca Juga: Mi Instan Daun Torbangun Buatan Lima Sekawan IPB Ini Bisa Perlancar ASI

Logam A berpotensi mengambil lebih banyak logam terlarut per unit biaya. Ini memungkinkan biaya produksi yang lebih rendah dan menghasilkan sesuatu yang lebih ramah lingkungan karena menggunakan limbah dan bahan-bahan lokal, yaitu limbah tulang tuna dan pasir besi.

Menurut Avia, meningkatnya masalah pencemaran logam berat tentu akan mengancam industri perikanan. Sementara itu, ia menganggap bahwa penggunaan tulang ikan, yang merupakan limbah dari industri perikanan, dapat mengatasi masalah di industri itu sendiri karena lebih ramah lingkungan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini