nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres JK: Semakin Sederhana, Pancasila Bisa Dihayati

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 18:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 15 65 2092391 wapres-jk-semakin-sederhana-pancasila-bisa-dihayati-N6HqmPDNov.jpg Wapres di Kampus UGM (Foto: UGM)

JAKARTA- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menjadi pembicara kunci dalam Pembukaan Kongres Pancasila XI di Universitas Gadjah Mada (UGM). Kongres Pancasila XI mengambil tema“Aktualisasi Pancasila dalam Merajut Kembali Persatuan Bangsa” menegaskan tanggung jawab segenap elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga: Tak Selamanya Limbah Bau, di Tangan Pita Bisa Diubah Jadi Tempat Rekreasi

Penegasan tersebut dalam konteks masyarakat karena dalam beberapa waktu terakhir ini sempat diwarnai oleh rivalitas dan ancaman perpecahan, serta kegaduhan yang bersumber dari berita-berita hoaks dan provokatif.

Kampus UGM

Dalam pidatonya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, agar pembahasan tentang Pancasila tidak dilakukan secara rumit sehingga akan menimbulkan kebingungan.

Baca Juga: HUT ke-74 Kemerdekaan RI, UGM Gelar Aubade Pancasila

“Semakin sederhana pembahasan Pancasila, semakin orang bisa paham. Semakin orang paham maka Pancasila semakin bisa dihayati,” tuturnya dilansir dari akun resmi Universitas Gadjah Mada, Kamis (15/8/19).

Karena Pancasila itu bukan hanya sebagai slogan atau filsafat saja, tetapi Pancasila merupakan fondasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus bisa dimengerti dan dihidupi, tidak hanya dihafalkan.

Dibutuhkan kemauan dan kemampuan setiap warga negara untuk bekerja sama di dalam segala bentuk perbedaan yang ada..

Munculnya sejumlah organisasi atau masyarakat sipil yang tidak sipil menjadi tantangan penting untuk masyarakat demokrasi dan masyarakat Pancasila hari ini. Karena negara yang dipenuhi sikap yang tidak sipil dan penuh dengan rasa kebencian, tentunya hal itu akan memecahkan persatuan bangsa yang telah dibangun sama-sama, menjadikan lingkungan tidak sehat, merusak dan beracun, tidak menciptakan kemajuan, produktivitas dan peradaban yang tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini