nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serangan Pemberontak ke Kota Militer Myanmar Tewaskan Sedikitnya 14 Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 11:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 16 18 2092661 serangan-pemberontak-ke-kota-militer-myanmar-tewaskan-sedikitnya-14-orang-ZvZt5pQWhf.jpg Pasukan Myanmar. (Foto: AFP)

PYIN OO LWIN – Sedikitnya 14 orang tewas pada dalam pertempuran antara militer Myanmar dan pasukan pemberontak yang masih berlangsung pada Kamis. Pasukan pemberontak telah melancarkan serangkaian serangan, termasuk serbuan ke akademi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya, diduga sebagai pembalasan atas penyitaan sejumlah besar narkotika yang dilakukan pihak berwenang Myanmar.

Kelompok pemberontak etnis bersenjata telah berperang melawan militer Myanmar selama beberapa dekade, dan seringkali di antara mereka sendiri, untuk menguasai tanah dan sumber daya di timur Myanmar. Para ahli mengatakan daerah itu sekarang merupakan daerah penghasil methamphetamine terbesar di dunia, mendanai jaringan konflik yang kompleks.

Pada Kamis, pemberontak melancarkan serangan ke Pyin Oo Lwin, sebuah kota wisata dekat Mandalay, yang juga merupakan lokasi berdirinya barak penuh tentara yang sedang menjalani pelatihan.

Seorang wartawan AFP di sebuah pos polisi yang menjadi lokasi salah satu serangan, menghitung sedikitnya tujuh tentara dan empat polisi tewas di sana.

Juru bicara militer Brigadir Jenderal Zaw Min Tun mengatakan kepada AFP tiga orang lagi, dua tentara dan satu warga sipil, telah tewas dan bahwa pertempuran "masih berlangsung". Tambahan tiga korban jiwa itu membuat jumlah total orang yang tewas menjadi 14.

Militer mengatakan pemberontak telah menembakkan roket 107mm ke akademi dari lereng bukit terdekat. Foto-foto dari media lokal menunjukkan mobil yang terbakar dan bangunan yang rusak tertutup reruntuhan.

Tentara Pembebasan Nasional Taaung (TNLA) mengklaim bertanggungjawab atas serangan itu, mengatakan bahwa mereka telah bertindak sebagai pembalasan. "Militer melancarkan serangan di daerah kami sehingga kami berjuang untuk mempertahankan diri," kata juru bicara TNLA Mayor Mai Aik Kyaw sebagaimana dilansir AFP, Jumat (16/8/2019).

Dia juga mengonfirmasi bahwa serangan itu dikoordinasikan dengan kelompok Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar (MNDAA) dan Tentara Arakan (AA).

Pada Juli, polisi narkotika Myanmar menghadapi tembakan artileri berat ketika mereka melancarkan operasi pemberantasan narkoba di Kota Kutkai di Negara Bagian Shan. Tumpukan besar bahan kimia dan methampetamine senilai jutaan dolar, disita dalam satu penggerebekan.

"Segitiga Emas", wilayah tanpa hukum yang membagi China, Myanmar, Thailand dan Laos, telah lama menjadi basis produksi opium dan heroin, dan menjadi lokasi konflik.

Rencana China untuk berinvestasi dalam proyek-proyek infrastruktur besar telah menambah dimensi lain dalam konflik dengan kelompok-kelompok yang berlomba-lomba untuk menguasai wilayah yang semakin bernilai itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini