nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hilang Sejak 2016, Buronan Pemerkosa Anak Bangun Bungker untuk Sembunyi

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 17 Agustus 2019 07:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 16 18 2092889 hilang-sejak-2016-buronan-pemerkosa-anak-bangun-bungker-untuk-sembunyi-M4S4Dsc0cF.jpg Bungker milik Button, terduga kasus pemerkosaan di AS. Foto/CBS News

JEREMIAH Button yang berusia 44 tahun dalam dua minggu ke depan akan menghadapi persidangan atas tuduhan pemerkosaan anak pada awal 2016, tapi dia menghilang.

Selain pemerkosaan, ia juga akan disidang atas kasus kepemilikan pornograsi anak di Pengadilan Wisconsin, Amerika Serikat (AS).

CBS melaporkan Button menghilang dengan membawa uang tunai sebesar USD25.000 (Rp355 juta).

Saat itulah ia membangun bungker. Tempat persembunyian itu di bangun dekat tanggul di kota Ringle, Marathon County dan sulit terlihat karena semak-semak berlapis yang ditanamnya.

Foto/NBC

Button luput dari pencarian penegak hukum selama hampir tiga setengah tahun sampai seorang pemburu memanggil polisi pada Jumat, 9 Agustus 2019.

Baca juga: Trump Dilaporkan Tertarik untuk Membeli Greenland dari Denmark

Baca juga: Gantung Diri Karena Kasus Perdagangan Seks, Kematian Miliarder AS Munculkan Teori Konspirasi

Pemburu itu, Thomas Nelson, telah tinggal di kota Wausau,  Marathon County seumur hidupnya, dan sering berburu dekat lokasi bungker milik Button.

Dia pertama kali menemukan bungker Button beberapa bulan yang lalu.

"Aku mengikuti jejak kuas, aku melihat pintu tapi aku keluar dari sana secepatnya," kenang Nelson.

Foto/NBC

Namun karena masih penasaran, dia kembali berbulan-bulan kemudian untuk melihat bungker itu lebih dekat.

"Tidak mungkin Anda bisa melihat (bungker) ini , jika Anda tidak tahu ada sesuatu di sana," katanya.

Baca juga: Imigrasi AS Tangkap 680 Pekerja di Pertanian Mississippi

Saat kembali untuk yang kedua, Nelson mencoba membuka pintu yang ternyata tidak terkunci.

"Saya melihat ke dalam, dan saya bisa melihat makanan kaleng, ada kotak penyimpanan kecil," katanya.

Ketika masuk lebih dalam, Nelson melihat Button sedang berbaring di tempat tidurnya. “Aku gemetaran ketika aku masuk, aku gemetaran saat keluar."

Setelah keluar dari bungker dan merasa cukup aman, Nelson menghubungi penegak hukum dan membimbing mereka ke bunker.

Button kemudian ditahan setelah berselisih selama 20 menit dengan wakil sheriff Marathon County Matt Kecker.

Kecker menceritakan sikap Button saat itu hampir ramah serta senang bisa berinteraksi dengan manusia.

"Dia mengatakan kepada kami bahwa dia tahu menjadi buron," kata Kecker.

Button mudah berkoordiasi, bahkan dia menceritakan pengalamannya bertahan dari tiga musim panas yang lembab dan musim dingin yang brutal.

Foto/NBC

Bunker milik Button dilengkapi dengan listrik, komputer, televisi, dan radio. Dia membangun alat memompa air, menyaring air dan merebusnya.

Ada juga panel surya di atap dan generator bertenaga sepeda di dalamnya.

"Dia tidak hanya bertahan hidup, tetapi berkembang menggunakan semua persediaan yang dia temukan," kata Letnan Detektif Jeff Stefonek.

Foto/NBC News

Ia menjelaskan bahwa bungker tidak banyak dilalui udara dari luar, membuat Button bisa bertahan selama musim dingin, dan menjaga dirinya tetap hangat

“Bungker penuh dengan semua barang yang dia ambil dari tempat pembuangan sampah Marathon County dengan memilah-milah sampah," ujar Stefonek.

Button sangat terisolasi dan tidak membuat kontak dengan manusia lain. Kadang, dia sesekali berinteraksi dengan pendaki tapi dia tidak pernah meninggalkan daerah itu.

"Jika diberi kesempatan, saya pikir mayoritas penduduk AS akan memilih penjara daripada isolasi," kata Stefonek.

Button telah ditahan. Stefonek mengatakan Departemen Sumber Daya Alam mengambil kendali atas daerah tersebut dan berencana untuk membongkar bunker.

1
2

Berita Terkait

Amerika Serikat

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini