nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diaspora 'Pulang Kampung' Bangun SDM Unggul

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 17 Agustus 2019 16:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 17 65 2093238 diaspora-pulang-kampung-bangun-sdm-unggul-hepWz2TONa.jpg Foto: Bagus Muljadi, Diaspora Bangun SDM Unggul di Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan perhatian khusus kepada diaspora yang memiliki bakat besar untuk memberikan sumbangan demi percepatan pembangunan Indonesia.

Hal ini tentu menjadi angin segar bagi diaspora Indonesia yang masih 'betah' di negara orang. Dengan hadirnya diaspora, diharapkan dapat membantu pembangunan Indonesia khususnya Sumber Daya Manusia (SDM).

Pengalaman diaspora bisa ditularkan ke SDM lokal agar dapat bersaing di era industri 4.0 dan ketatnya persaingan.

 Diaspora, Bagus Muljadi

Salah satu diaspora yang menyambut kebijakan Jokowi adalah Bagus Putra Muljadi. Diaspora yang bergerak di bidang pendidikan ini kini menjadi ilmuwan muda kelas dunia.

 Baca Juga: Wawancara Khusus, Presiden Jokowi: Bangun Infrastruktur-SDM Jadi Fondasi Kuat Ekonomi RI

Bagus masuk di jajaran staf pengajar dengan jabatan Assistant Professor di salah satu perguruan tinggi top 100 dunia, University of Nottingham, Nottingham, Inggris, pada departemen Teknik Lingkungan dan Kimia.

Bagus menyatakan, apa yang menjadi fokus pembangunan Jokowi di bidang SDM merupakan angin segar bagi ilmuwan-ilmuwan Indonesia dalam memajukan daya saing bangsa.

"Talenta talenta ilmuwan bertaraf internasional sudah dimiliki oleh bangsa, kami bersyukur dipanggil pulang untuk bersumbangsih demi meningkatkan ilmu pengetahuan, inovasi dan teknologi, dan bersama sama dengan ilmuwan dalam negeri meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," kata Bagus saat berkunjung ke redaksi Okezone, Jakarta belum lama ini.

 Diaspora, Bagus Muljadi

Kini Bagus siap menularkan pengalaman di bidang pendidikan untuk Indonesia. Tak hanya Bagus, diaspora lainnya juga mulai 'pulang kampung' ke Indonesia.

"Bagi saya Tanah Air bukanlah hanya di mana bumi dipijak, namun juga di mana hati bersandar. Pengabdian kepada Indonesia bukan berarti harus berada di Indonesia," katanya.

Menurutnya, untuk menjadikan Indonesia negara maju harus melepaskan ketergantungannya kepada sistem ekonomi berdasarkan bahan baku ke sistem ekonomi berdasarkan ilmu pengetahuan. Dalam sistem ekonomi tersebut, jaringan internasional sama pentingnya dengan SDM.

"Kami para ilmuwan diaspora dapat menjadi jembatan dimana ilmu pengetahuan di transfer ke Indonesia dari dunia," katanya.

 Baca Juga:  Wawancara Khusus, Presiden Jokowi: Persiapkan SDM Unggul Hadapi Persaingan Antar Negara

"Mengenai angka nilai, saya memaknai tanggung jawab yang diberikan pemerintah sebagai sesuatu yang sangat berharga. Dengan di panggilnya kami, kami kini memiliki peran dan oleh karena itu, makna. Hal ini lebih mahal harganya dibanding reward materiil," sambungnya.

 Diaspora, Bagus Muljadi

Bagus menambahkan, para ilmuwan Indonesia lainnya yang berada di Inggris menyambut baik inisiatif Kemenristekdikti dan pemerintah. Sebagian besar dari ilmuwan Indonesia di UK yang tergabung dalam Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional sudah menjawab panggilan ini dengan kehadirannya.

"Ke depan, kami ingin mengapresiasi Bapak Presiden beserta jajaran kepemimpinan bangsa atas kepercayaan yang diberikan kepada kami," katanya.

Bagus dan diaspora lainnya yang pulang ke Indonesia akan meningkatkan kultur dan iklim akademis di Indonesia menjadi setara bahkan lebih baik dari di luar negeri. Dalam kapasitasnya untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul, beberapa Universitas di Indonesia sudah berhasil.

"Saya adalah produk ITB yang kini mengajar di top 1% universitas terbaik dunia, artinya kita bisa. Namun iklim akademis yang baik akan membawa hasil riset menjadi tumpuan evidence-based policies yang sangat dibutuhkan guna meningkatkan daya saing dan inovasi bangsa," ujarnya.

 Diaspora, Bagus Muljadi

Lewat Indonesia Doctoral Training Partnership yang dibentuk atas kerjasama pemerintah Indonesia dan the University of Nottingham dimana dirinya bekerja, Bagus dan diaspora lainnya mencoba menjadi agen pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi lewat pelatihan pelatihan yang sesuai dengan prioritas pembangungan bangsa. "Sehingga lambat laun, masyarakat Indonesia memiliki bibit bibit SDM baru yang unggul yang dapat menjawab tantangan khas Indonesia," tuturnya.

Bagus berharap dalam pengembangan SDM di Indonesia tidak harus dengan diskusi publik serta retorika-retorika tidak konstruktif yang masih sarat dengan nada rasisme, seksisme dan lain sebagainya, kemudian menggantinya dengan dialog substantif yang berdasarkan fakta.

"Sains dapat membantu melatih masyarakat untuk berpikir logis dan akhirnya tidak gampang di ombang ambing oleh hoax. Dengan demikian masyarakat kita yang memiliki SDM unggul juga sukses menjalani revolusi mental dalam arti yang sebenarnya," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini