nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa ITB Berhasil Temukan Stop Kontak Pintar saat Rumah Kosong

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 16:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 19 65 2093871 mahasiswa-itb-berhasil-temukan-stop-kontak-pintar-saat-rumah-kosong-9OdLIQ94hv.jpg Stop Kontak inovasi mahasiswa ITB (ITB)

JAKARTA – Tiga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Fakultas Teknik Elektro berhasil membuat stop kontak pintar dengan nama Smart Power Scoket (SPOS). Stop kontak pintar ini bermanfaat ketika tidak ada penghuni di rumah.

Sayyid Irsyadul Ibad, Frits Elwildo, dan Dany Hadyan Rusman berhasil membuat inovasi baru untuk mencegah trip miniature circuit breaker (MCB) akibat akumulasi Inrush Current pada perangkat listrik. Mereka mengembangkan inovasi baru ini berawal dari kekhawatiran mereka akibat akumulasi inrush current pada MCB yang dapat menyebabkan fenomena arus mati mendadak.

 Baca juga: Robograss, Robot Pembasmi Rumput Liar di Lapangan Bola

Mati mendadak tersebut diakibatkan banyaknya perangkat yang menyala secara bersamaan seperti yang biasa ditemukan setelah pemadaman listrik oleh PLN dan memerlukan sebuah alat yang dapat menunda waktu menyala suatu perangkat elektronik saat alat mulai dialiri arus.

Smart Power Scoket (SPOS)

“Inovasi SPOS sebagai merupakan perangkat yang menggunakan metode delay dalam menyalakan perangkat elektronik yang pertama di Indonesia. Agar, SPOS berfungsi maka dipasang pada stop kontak perangkat elektronik dengan beberapa variasi waktu tunda dengan interval 2 detik, mulai dari 0 hingga 12 detik. Fitur utama dari SPOS yaitu untuk mendeteksi kondisi listrik padam di rumah dan dapat mengatur waktu nyala beberapa perangkat elektronik di rumah.” Ujar Sayyid yang dikutip dari website resmi ITB, Senin (19/8/2019).

Baca juga: Anak Tukang Becak yang Lulus dari ITB Kini Ditunjuk Jadi Dosen Luar Biasa

Sayyid menambahkan, selain itu, SPOS juga dilengkapi dengan sejumlah fitur lainnya, yaitu lampu indikator yang menunjukkan perangkat yang dipilih, lampu indikator yang menunjukkan proses yang sedang terjadi, waktu tunda yang dapat dinon-aktifkan maupun diaktifkan serta memiliki dua mode operasi yang dapat dipilih.

Cara menggunakan SPOS juga cukup mudah, yaitu dengan menghubungkan SPOS dengan stop kontak yang biasa ditemukan di dinding rumah, lalu set alat ke mode pengaturan. Dalam hal ini, pengaturan meliputi pengaturan waktu tunda, yang dapat dilakukan dalam tiga versi, yaitu manual, wifi, dan versi internet of things (IoT).

Baca juga: Anak Tukang Becak yang Lulus dari ITB Kini Ditunjuk Jadi Dosen Luar Biasa

“Harapannya kalau sudah dikembangkan, SPOS nanti dapat bermanfaat dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” Ujarnya.

Aplikasi SPOS juga dapat menyimpan database berupa profil pengguna, status SPOS yang menunjukkan waktu delay, waktu timer, status power, status registrasi, dan perangkat terhubung, serta jenis perangkat elektronik yang dapat dipilih oleh pengguna seperti kulkas, mesin cuci, rice cooker, bahkan pompa air.

Namun, Sayyid mengatakan bahwa timnya ingin mengembangkan SPOS ke dalam versi terminal yang lebih praktis dan fleksibel. Selain itu, perlu dilakukan penyempurnaan terhadap aplikasi mobile yang digunakan untuk mengoperasikan SPOS versi IoT.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini