nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah 80 Tahun, Surat Kabar Tertua Malaysia Akhirnya Hentikan Penerbitan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 13:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 18 2094240 setelah-80-tahun-surat-kabar-tertua-malaysia-akhirnya-hentikan-penerbitan-bbfbhw4GUh.jpg Foto: The Star.

KUALA LUMPUR - Setelah 80 tahun, surat kabar tertua di Malaysia, Utusan Malaysia akan menerbitkan edisi terakhirnya pada 21 Agustus 2019, dan menghentikan semua publikasinya, baik cetak mau pun daring. Surat kabar itu telah mengalami kesulitan finansial selama beberapa waktu dan akhirnya memutuskan untuk berhenti beroperasi.

Keputusan untuk menghentikan penerbitan itu telah dikomunikasikan dalam sebuah rapat antara perwakilan staf Utusan dan pejabat dari Kementerian Sumber Daya Manusia pada Senin, 19 Agustus. Dengan keputusan itu, semua publikasi di bawah bendera Utusan Group, yaitu Utusan Malaysia, Mingguan Malaysia, Kosmo! Dan Kosmo! Ahad, akan menghentikan semua publikasi cetak dan daringnya.

Ketua Serikat Nasional Jurnalis Utusan Malaysia (NUJ), Taufek Razak mengatakan bahwa Pimpinan Eksekutif Utusan, Datuk Abd Aziz Sheikh Fadzir mengakui bahwa perusahaan itu sudah tidak punya uang.

"Kami diberi tahu bahwa perusahaan tidak memiliki uang lagi untuk membayar staf atau mengoperasikan bisnis lebih lama," kata Taufek sebagaimana dilansir The Star, Selasa (20/8/2019).

Utusan Group belum membayar gaji kepada stafnya sejak Juni. Bahkan sebelum ini, telah berulang kali menunda pembayaran gaji.

Utusan Malaysia pertama kali diterbitkan sebagai Utusan Melayu pada 1939 di Singapura. Surat kabar itu didirikan oleh Yusof Ishak, yang kemudian menjadi presiden pertama Singapura, dan Abdul Rahim Kajai, yang kemudian dikenal sebagai bapak jurnalisme Malaysia.

Pada 1959, surat kabar itu pindah ke Kuala Lumpur dan edisi pertama Utusan Malaysia terbit pada 1 September 1967. Di masa keemasannya pada 1990-an, Utusan Malaysia adalah salah satu surat kabar terbesar di Malaysia, dengan 350.000 kopi terjual setiap harinya.

Tutupnya Utusan Malaysia dihubungkan dengan perkembangan pesat yang dibawa internet ke industri jurnalistik, dan kejatuhan koalisi berkuasa Barisan Nasional dalam pemilihan umum Malaysia 2018.

Media Singapura, The Independent melaporkan bahwa dengan kemenangan koalisi Pakatan Rakyat, Utusan Malaysia menjadi surat kabar oposisi. Sampai Februari 2019, surat kabar Utusan Malaysia dimiliki oleh Partai UMNO pimpinan mantan Perdana Menteri Najib Razak, sampai kemudian sebagian sahamnya dibeli oleh seorang anggota UMNO.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini