nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral 2 Pemuda Mabuk Kendarai Motor Terobos Upacara Penurunan Bendera

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 07:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 20 519 2094124 viral-2-pemuda-mabuk-kendarai-motor-terobos-upacara-penurunan-bendera-pADNWEnMu4.JPG Pemuda mabuk terobos upacara bendera diamankan polisi (Foto: Ist)

TULUNGAGUNG - Sebuah video yang menampilkan dua pemuda mengendarai sepeda motor menerobos barisan peserta upacara penurunan bendera dalam rangka peringatan HUT kemerdekaan ke-74 RI viral di media sosial.

Pada video berdurasi 16 menit 28 detik tampak suasana upacara penurunan bendera di depan Stadion Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Namun pada menit ke 8, kepanikan terjadi saat kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor menerobos barisan peserta upacara dan menabrak salah satu peserta.

Dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria dengan knalpot brong, dua pria yang diketahui bernama Priangga Jati (21) dan Dobi Armas (24) warga Desa Suruhan Kidul, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, nekat menerobos barisan upacara.

Saat diamankan petugas kepolisian ternyata kedua pria ini tengah dalam pengaruh minuman keras (miras) yang begitu berat sehingga tak sadarkan diri mengendarai sepeda motor sampai mengganggu jalannya upacara.

"Benar kejadiannya waktu Sabtu sore (17 Agustus 2019) mereka menerobos barikade penjagaan dari polisi dan TNI yang tengah berjaga saat upacara. Keduanya sampai melintas di depan barisan peserta upacara," ungkap Kanit Reskrim Polsek Bandung, Aiptu Medianto kepada Okezone, Senin 19 Agustus 2019 malam.

Pemotor Mabuk Terobos Upacara

Medianto menambahkan kedua pria ini mengaku habis pesta miras sebelum melintasi lokasi upacara. Namun meski diamankan, kedua pemuda ini akhirnya dilepas kembali oleh pihak kepolisian. Pemuda tersebut dikenai wajib lapor dan membuat surat pernyataan dengan disaksikan orangtua masing-masing.

"Sudah dilepaskan pada Sabtu malam setelah dilakukan pembinaan, membuat pernyataan disaksikan oleh orangtua dan perangkat desa. Kami juga kenakan keduanya wajib lapor di kantor hari Senin dan Kamis," tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini