nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Dituntut Tidak Hanya Andalkan Materi Kuliah untuk Belajar Berfikir Kreatif

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 11:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 21 65 2094674 mahasiswa-dituntut-tidak-hanya-andalkan-materi-kuliah-untuk-belajar-berfikir-kreatif-ZgWkBafq2Z.jpg Foto: Menristekdikti Mohammad Nasir (Dok. Kemenristek)

JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, kompetensi, kreativitas, inovasi, dan juga kemampuan berpikir kritis semakin diperlukan pemuda Indonesia dalam menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 melalui industri kreatif. Hal tersebut disampaikan saat kuliah umum di hadapan para mahasiswa baru Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali.

Baca Juga: Dewan Riset Nasional 2019-2022 Resmi Dikukuhkan, Ini Susunannya

“Ini menjadi hal yang sangat penting. Di kampus dosen akan memberikan bekal bagaimana agar para mahasiswa memiliki cara berpikir yang kreatif, bagaimana cara melakukan inovasi, dan bagaimana cara untuk berpikir kritis, sehingga anak-anak ini dapat menyelesaikan masalahnya sendiri,” ungkap Nasir, dalam keterangannya, Rabu (21/8/2019).

Menristekdikti mengharapkan agar para mahasiswa tidak bergantung pada materi perkuliahan dan mengandalkan apa yang disampaikan oleh dosen saja. Menurutnya, kuliah hanya mengantarkan kita agar bisa berpikir kreatif dan selebihnya bisa dipelajari di luar perkuliahan.

Menristekdikti

“Dosen yang Anda serap nanti ilmunya hanya sekitar 20 sampai 40% maksimal, sementara yang 60% itu dari luar perkuliahan maka saya berharap dari kalian semua bisa berpikir lebih modern, lebih maju, dan saya mengharapkan di antara kalian akan menjadi calon-calon pemimpin di negeri ini,” tutur Menristekdikti.

Baca Juga: Kemristekdikti Sosialisasi ke Perguruan Tinggi soal Siaga Bencana

Selain mengenai kemampuan individual mahasiswa, Menristekdikti juga menyinggung masalah toleransi yang belakangan kembali menyeruak di kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, masalah perbedaan keyakinan jangan sampai dipergunjingkan kembali, karena agama dan keyakinan itu ada pada diri kita masing-masing. Menteri Nasir berharap intoleransi tidak terjadi di kampus Undiksha.

“Pentingnya toleransi harus kita lakukan secara aktif. Jangan hanya ngomong toleransi, tapi sikapnya apatis terhadap orang lain. Hal ini harus kita hindari, jangan sampai masalah urusan agama dibenturkan yang akibatnya kita menjadi tercerai berai. Saya harap kampus Undiksha menjadi kampus persemaian kebangsaan Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Menristekdikti mengatakan bahwa jika kampus sudah menjadi persemaian untuk kebangsaan, persemaian terhadap Pancasila, catatan berikutnya yang menjadi sangat penting adalah kampus jangan dijadikan pusat menyalurkan keinginan nafsu pribadi, terutama masalah narkoba.

“Narkoba merusak masa depan kita. Narkoba tidak akan memberikan masa depan anda menjadi lebih baik. Maka dari itu, narkoba harus kita hentikan! Jauhi narkoba supaya Anda bisa meraih prestasi! Kalau bisa dicanangkan oleh Pak Rektor bahwa kampus harus bebas narkoba” tegasnya.

Menristekdikti

Selain itu, Menristekdikti juga mengulas mengenai transparansi di lingkungan kampus. Menurutnya jika kampus sudah bebas dari narkoba, harapannya semua kegiatan yang ada, dan semua uang yang ada dilakukan secara transparan serta terbuka dengan baik.

“Good governance, kejujuran itu menjadi penting. Jangan sampai kita melakukan kebohongan dan pembohongan pada diri kita, bahkan melakukan korupsi. Berani jujur itu hebat untuk anak Indonesia! Undiksha jujur, hebat untuk Indonesia!” lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini