nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Ormas Diperiksa Polisi soal Perusakan Bendera Depan Asrama Mahasiswa Papua

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 19:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 22 519 2095432 5-ormas-diperiksa-polisi-soal-perusakan-bendera-depan-asrama-mahasiswa-papua-FwLQ0bM9cj.jpg Asrama Mahasiswa Papua (Foto: Okezone)

SURABAYA - Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus perusakan bendera merah putih di depan Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur. Dimana polisi akan memanggil 5 orang yang berasal dari 5 ormas.

Kelimanya meliputi Susi Rohmadi (FKPPI), Dj Arifin (sekber Benteng NKRI), Drs Arukat Djaswadi (sekber benteng NKRI), Basuki (Pemuda pancasila), dan Agus Fachrudin alias Gus Din (wali laskar pembela Islam SBY).

Kelima orang tersebut akan dimintai keterangan terkait kasus perusakan bendera merah putih pada Sabtu 24 Agustus 2019. Adapun status dari kelima orang itu sebagai saksi dalam hal ini.

"Lima orang yang akan dipanggil pada Sabtu besok meliputi Susi Rohmadi (FKPPI), Dj Arifin (sekber Benteng NKRI), Drs Arukat Djaswadi (sekber benteng NKRI), Basuki (Pemuda pancasila) dan Agus Fachrudin alias Gus Din (wali laskar pembela islam surabaya," terang Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Kamis (22/8/2019).

Demo

Baca Juga: BIN Kantongi Identitas Provokator Aksi di Surabaya yang Picu Kerusuhan di Papua

Menurut Sandi, mereka akan dipanggil dan didengar keterangannya sebagai saksi, sehubungan dengan setiap orang yang merusak atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai atau merendahkan kehormatan bendera negara dan atau barang siapa menodai bendera kebangsaan RI dan atau pengrusakan.

Ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 66 Jo 24a UU RI no 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan dan atau pasal 154a KUHP dan atau pasal 170 KUHP.

Sebelumnya, polisi juga sudah memeriksa 6 warga sekitar Asrama Mahasiswa Papua untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Polisi juga telah memeriksa 42 mahasiswa asal Papua, yang sempat diamankan dan dilepas.

Sebenarnya polisi mengamankan 43 mahasiswa asal Papua pada 17 Agustus 2019. Namun satu orang tidak dimintai keterangan oleh penyidik, kabarnya karena tidak bisa berbahasa Indonesia.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini