nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konsep Pelabuhan Ramah Lingkungan Manfaatkan Energi Matahari

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 12:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 22 65 2095178 konsep-pelabuhan-ramah-lingkungan-manfaatkan-energi-matahari-dejedwD1ez.jpg Foto: Mahasiswa IPB Kembangkan Konsep Pelabuhan

JAKARTA - Tiga mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) merancang sebuah konsep pelabuhan Hybrid Renewable Energy System (HRES) yang diberi nama SOWWAVE Green Port.

Baca Juga: Eka Setiawan, Anak Tukang Bubur yang Dapat Beasiswa S2 dan S3 Sekaligus di IPB

Deby Puspita, Mayang Sari dan Muhammad Ghani membuat konsep berbasis 3E (Economy, Education, Environment) agar pelabuhan nantinya dapat memanfaatkan energi solar atau surya, angin dan gelombang.

Pelabuhan Tanjung Priok, Gerbang Menuju Ekspor Impor

“Kita tahu Indonesia merupakan negara maritim, di mana pelabuhan menjadi salah satu unsur penting untuk menyokong kegiatan perikanan dan kelautan,” ujar Mayang, dikutip laman IPB, Kamis (22/8/2019).

Baca Juga: Ternyata Tulang Ikan Tuna Bisa Disulap Jadi Penyerap Limbah Logam Berat

Konsep pelabuhan modern yang memanfaatkan sumber energi terbarukan ini sangat potensial untuk diterapkan di Indonesia. Selain itu diharapkan konsep ini dapat di terapkan untuk pelabuhan di Indonesia dan dapat menjadi pusat kegiatan sehingga mampu meningkatkan pendapatan negara tanpa merusak lingkungan sekitarnya.

Mayang menambahkan, konsep ini sebagai bentuk edukasi Indonesian Maritime Museum yang mana masyarakat dapat belajar dan mengenal seluk-beluk pelabuhan, dan juga karena konsep modern ini mengambil konsep kids friendly atau lingkungan yang ramah bagi anak-anak, diharapkan masyarakat akan nyaman jika berada di pelabuhan.

Pelabuhan Tanjung Priok, Gerbang Menuju Ekspor Impor

Tidak hanya itu, konsep pelabuhan modern ini juga nantinya akan terus melakukan konservasi lingkungan untuk tetap menjaga keseimbangan ekologi di sekitar pelabuhan.

“Konsep SOWWAVE Green Port ini sangat potensial untuk diterapkan di Indonesia. Karena posisi Indonesia pada cross position yang menghubungkan antara dua benua menjadikan posisi Indonesia sebagai tempat strategis dan potensial untuk mewujudkan Indonesia poros maritim dunia,” ujar Mayang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini