nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Mahasiswa Palestina Kuliah S2 di ITB, Apa Cita-citanya?

Delia Citra, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 13:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 22 65 2095226 cerita-mahasiswa-palestina-kuliah-s2-di-itb-apa-cita-citanya-QwnW1kO9Pd.JPG Mahasiswa Asing yang Kuliah di ITB (Foto: Dok. ITB)

JAKARTA - Mahasiwa di Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak hanya berasal dari dalam negeri saja, tetapi ada yang berasal dari berbagai negara. Seperti Shaker FK Abusuhukor dan Boolein Najjar yang sedang menempuh jenjang master di ITB.

Baca Juga: Made Adi, Wisudawan ITB Pemegang Hak Paten di Bidang Sistem Jaringan Internet

Shaker FK Abusuhukor merupakan mahasiswa Palestina yang sedang mengambil jurusan Teknik Elektronika di ITB. Sedangkan Boolein Najjar jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika yang berasal dari Yordania.

Mereka berdua beserta mahasiswa S2 ITB lainnya baru saja mengikuti Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister, Doktor, dan Program Profesi di Sabuga ITB, Bandung.

Mahasiswa ITB

Shaker berbagi cerita soal kuliahnya di ITB. Dia merupakan mahasiswa ITB yang telah tinggal di Indonesia sejak enam tahun lalu.

Dia sempat mengambil pendidikan jenjang sarjana di Surakarta, sebelum mengambil master di ITB. Sebenarnya, kata Shaker , dirinya sudah terdaftar sebagai mahasiswa ITB sejak setahun lalu, tetapi harus mengikuti kelas penyetaraan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebelum memulai perkuliahan.

Baca Juga: Menuju Era Revolusi Industri 4.0, Tahu Dulu Apa Itu IoT!

Bagi bagi Shaker, meninggalkan negara kelahirannya untuk waktu yang lama tentu bukan hal yang mudah. Tapi pendidikan di ITB tentu menjadi salah satu motivasinya untuk membangun negaranya.

“Saya ingin mencari pengalaman dan mengembangkan negara saya,” cerita Shaker ketika ditanya soal apa yang ia ingin berikan pada negara asalnya, dilansir dari akun resmi ITB, Kamis (22/8/2019).

Sementara itu, Mahasiswa ITB asal Yordania Boolein baru pertama kali ke Indonesia untuk mengenyam pendidikan masternya. Dia mengambil jurusan Teknik Geomatika di ITB, karena di negaranya belum ada perguruan tinggi yang mumpuni untuk pendidikan master di bidang ini.

Boolein juga berharap kuliahnya selama dua tahun ini dapat berjalan dengan lancar, dan ia tentu akan bekerja dengan keras.

“Menurutku, itu akan membantuku meningkatkan karakter dan membantuku dalam menemukan pekerjaan,” ujar Boolein.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini