Belanda Belajar dari Indonesia Kembangkan Vokasi Kemaritiman RI

Rizqa Leony Putri , Okezone · Senin 26 Agustus 2019 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 26 65 2096910 belanda-belajar-dari-indonesia-kembangkan-vokasi-kemaritiman-ri-wdYnd1ZSUu.jpeg Pimpinan ITS Bersama Perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. (Foto: Okezone.com/ITS)

JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Belanda dalam rangka mengembangkan pendidikan vokasi bidang kemaritiman di Indonesia.

Sebagai salah satu mitra institusi pendidikan, kerja sama ini merupakan bentuk dukungan terhadap langkah Indonesia dalam mewujudkan visi poros maritim dengan mengembangkan klaster maritim meliputi perikanan, pembangunan kapal laut, infrastruktur, sumber daya laut, serta pengembangan peta jangka panjang pembangunan maritim Indonesia.

Baca Juga: Ada ICS, Mahasiswa ITS Diimbau Bangun Pagi

Kerja sama yang merupakan jawaban atas Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), pada April 2016 lalu ini merupakan program kerja sama bidang vokasi kemaritiman antara Indonesia dan Belanda dalam skema TVET - Technical and Vocational Education and Training.

Kemlu Belanda kemudian mengadakan tender internasional yang salah satunya diikuti oleh Konsorsium Internasional. Konsorsium ini terdiri dari STC Internasional (intstitusi pendidikan dan pelatihan bidang maritim dan logistik di Belanda), CINOP (institusi konsultan kurikulum dan pendidikan di Belanda), serta Departemen Teknik dan Transportasi Laut ITS (institusi pendidikan tinggi teknik bidang transportasi laut, kepelabuhan, dan logistik maritim di Indonesia).

Potret Aktivitas Nelayan di Tengah Sungai Tambak Wedi yang Penuh Limbah Busa Putih

Program ini nantinya akan membahas mengenai pendidikan vokasi di bidang transportasi laut, logistik, dan shipbuilding.

Menurut Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut ITS, Ir. Tri Achmadi PhD, program ini membahas tentang pendidikan vokasi di bidang transportasi laut, logistik dan ship building. Dia memaparkan bahwa Departemen Teknik Transportasi Laut ITS akan berkolaborasi dengan pihak Belanda dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum tersebut kemudian akan diimplementasikan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya (PPS) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sebagai institusi pendidikan vokasi kemaritiman.

Baca Juga: Menyulap Polusi Udara Jadi Gas Ramah Lingkungan, 3 Mahasiswa Ini Jagonya

Sebagai satu-satunya lembaga pendidikan tinggi yang menyediakan pembelajaran manajemen kemaritiman, Tri mengungkapkan bahwa pendidikan Departemen Teknik Transportasi Laut ITS berada pada jenjang strata-1 (S-1).

Sementara itu, dia melansir bahwa dalam bidang manajemen kemaritiman, juga dibutuhkan SDM yang memiliki kualifikasi di jenjang diploma. “Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Indonesia untuk mengembangkan sektor vokasi,” terangnya, demikian dikutip dari laman ITS, Senin (26/8/2019).

Selain itu, alumnus University of Newcastle ini memaparkan bahwa pihak Belanda memiliki pengalaman yang bagus dalam pengembangan pendidikan vokasi serta kurikulum. Hal ini tercermin dengan digandengnya STC International dan CINOP sebagai institusi yang berpengalaman dalam pelatihan maritim dan logistik serta kurikulum di Belanda. “Belanda memiliki kurikulum, namun tidak semuanya dapat diadopsi oleh Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi,” tandasnya.

Untuk tahap selanjutnya, Tri mengungkapkan, pihak Belanda dan ITS akan mendampingi pembuatan kurikulum vokasi sampai dengan akreditasi. Oleh sebab itu, Tri membeberkan bahwa pihak Belanda akan senantiasa mengirimkan staf guna mengawal proses tersebut nantinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini