nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Upaya Kemenristekdikti Dorong Percepatan Kemajuan Teknologi di Indonesia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2019 21:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 26 65 2096943 upaya-kemenristekdikti-dorong-percepatan-kemajuan-teknologi-di-indonesia-LO6m6CHTp0.jpeg Gelaran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. (Foto: Okezone.com/Kemenristekdikti)

DENPASAR - Kementerian Riset dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) berupaya mendorong percepatan pengembangan teknologi. Sebab, kemunculan disrupsi teknologi membuka kesempatan baru memecahkan berbagai persoalan di berbagai sektor yang belum pernah terselesaikan.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe menyatakan, untuk mendorong percepatan tersebut maka dilakukan pembahasan yang fokus pada tiga isu strategis, yakni mengenai alih teknologi, peran Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lemlitbang), juga keadilan bagi inovator lokal. Semua itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ditjen Penguatan Inovasi.

Baca Juga: Hakteknas 2019 Diwarnai 18 Kegiatan Ilmiah

"Sehingga diharapkan bisa menciptakan momentum menyiapkan kontribusi lintas sektoral pemerintahan, perguruan tinggi, dan industri," ujarnya dalam rangkaian acara Hakteknas 2019 di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali, Senin (26/8/2019).

Harteknas 2019

Dia menjelaskan, konsep kebijakan ahli teknologi, sepatutnya mewujudkan mekanisme agar aktor-aktor industri menyerap manfaat kemajuan iptek dunia, melalui proses pemilihan, akuisisi, adaptasi, aplikasi, hingga ke taraf ekspansi dan pengembangan lanjutan teknologi.

"Efektivitas alih teknologi tersebut dapat terwujud antara lain bila Kemenristekdikti mendapat peran yang memiliki otoritas pendanaan atas suatu pusat kolaborasi dalam Program Unggulan (Flagship) Nasional," katanya.

Baca Juga: Mahasiswa Dituntut Tidak Hanya Andalkan Materi Kuliah untuk Belajar Berfikir Kreatif

Peran aktif Lemlitbang juga sangat dibutuhkan untuk mendorong pengembangan teknologi, sebab dapat memperkuat paradigma standarisasi industri agar menjadi faktor keunggulan kompetitif bersama.

Selain itu, pemerintah juga perlu menciptakan keadilan bagi inovator lokal agar bisa mengakses pasar yang ada di pengadaan barang jasa negara. Menurutnya, pengadaan barang jasa di institusi-institusi negara dapat menjadi kebijakan inovasi berbasis permintaan untuk memberikan pasar pasti (captive market) bagi warga Indonesia yang berkerja menjadi inovator teknologi.

"Hal ini berarti lembaga negara perlu memberikan pendampingan agar inovator dari Indonesia berkesempatan masuk pada e-katalog," ujar dia.

Jumain menilai, semua fokus pembahasan itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendorong inovasi teknologi, guna meningkatkan daya saing Indonesia. Sehingga inovasi memang menjadi hal genting untuk dilakukan, seiring dengan dukungan dari lembaga pemerintahan.

"Aktor-aktornya harus memberi manfaat, seperti lembaga pemerintah, kata Beliau (Jokowi), kalau lembaga pemerintahnya tidak mempunyai manfaat ya kita bubarkan," ujar dia.

Dia berharap, dengan pembahasan tiga isu strategis tersebut, maka percepatan pengembangan teknologi bisa terwujud. Sehingga bisa berimbas pada peningkatan perekonomian nasional.

"Karena Indonesia maju yang kita harapkan adalah Indonesia yang merupakan tingkat perekonomiannya tinggi, tidak berada pada tingkat perekonomian menengah tapi adalah income perkapita yang sangat tinggi," kata Jumain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini