nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Tangkap Akedemisi Australia Atas Dugaan Mata-Mata

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 14:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 27 18 2097201 china-tangkap-akedemisi-australia-atas-dugaan-mata-mata-6Su2Notpsh.jpg Yang Hengjun warga Australia ditangkap China atas dugaan spionase. (Foto/ABC NET)

CANBERRA – China menangkap seorang akademisi Australia setelah menahannya selama tujuh bulan atas dugaan mata-mata.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengutip AFP, Selasa (27/8/2019) sangat prihatin atas penangkapan Yang Hengjun dan menuntut pemerintah China untuk menegakkan standar dasar keadilan.

Yang Hengjun adalah warga Australia kelahiran China. Ia telah ditahan setelah kembali ke China dari Amerika Serikat pada Januari 2019.

Sekarang di usia 50-an, dia menulis di blog dan sering mengkritik pemerintah China. Dia memiliki pengikut lebih dari 125.000 di Twitter.

Setelah berbulan-bulan tanpa akses ke pengacara atau keluarganya, Yang sekarang menghadapi persidangan atas tuduhan yang bisa membawa hukuman penjara yang lebih lama.

Baca juga: China Resmi Tangkap Eks Diplomat dan Pengusaha Kanada

Baca juga: Komplotan Pengemis Asal China Beroperasi di Melbourne Manfaatkan Kebaikan Warga

Payne mengatakan dia telah mengirim surat keberatan ke Menlu China Wang Yi terkait penangkapan Yang Hengjun.

"Dr Yang telah ditahan di Beijing tanpa tuduhan selama lebih dari tujuh bulan," kata Payne, merujuk pada peraturan internasional yang melarang penyiksaan.

"Sejak saat itu, China belum menjelaskan alasan penahanan Dr Yang, juga tidak mengizinkannya untuk mendapatkan pengacara atau kunjungan keluarga."

Payne menegaskan, "Jika Dr Yang ditahan karena keyakinan politiknya, dia harus dibebaskan."

Penangkapan Yang adalah serangkaian warga negara asing yang ditangkap di China dan dituduh melakukan kegiatan s spionase atau berusaha mencuri rahasia negara.

Sebelumnya dua warga Kanada, mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor, juga telah ditangkap pada bulan Desember 2018.

Australia menghindari perselisihan dengan China, tetapi penangkapan Yang akan meningkatkan tekanan publik pada pemerintah Australia Canberra untuk bersikap tegas terhadap China.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini