nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap Pembunuh Anak Mantan Ketua KPU Nias Utara

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 22:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 27 608 2097426 polisi-tangkap-pembunuh-anak-mantan-ketua-kpu-nias-utara-Fzu5TBOnGE.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

NIAS - Polisi menangkap tersangka pelaku pembunuhan terhadap Jimmy Harefa (16), anak dari mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nias Utara, Otorius Harefa.

Tersangka adalah Beriman Waruwu alias Beri (23), seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Gunung Sitoli. Beri ditangkap di rumahnya di Jalan Pelita Damai, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunung Sitoli, Kota Gunung Sitoli pada hari Senin, 26 Agustus 2019 sekitar pukul 21.30 WIB kemarin.

Baca Juga: Anak Eks Ketua KPU Tewas Bersimbah Darah di Kamar, Diduga Dibunuh

Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan mengatakan, Beri ditangkap setelah polisi mengidentifikasi keberadaannya. Saat ditangkap, Beri sedang tidur dan langsung diringkus petugas tanpa perlawanan.

"Petugas kita lalu melakukan penggeledahan untuk mencari barang bukti. Dari penggeledahan, kita menemukan satu unit ponsel Blackberry warna hitam dan satu kotak ponsel merek RealMe," ujar Deni, Selasa (27/8/2019).

Ilustrasi

Usai melakukan penggeledahan, polisi lalu membawa Beri untuk menunjukkan penyimpanan barang bukti berupa alat yang digunakannya untuk membunuh korban. Namun, keterangannya berubah-ubah.

"Saat petugas kita sedikit lengah, dia mencoba melarikan diri. Tapi tersangka akhirnya bisa ditangkap setelah diberikan tindakan tegas terukur berupa tembakan di paha sebelah kiri dan betis sebelah kanannya," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Mayat Dibopong, Kepala Dinas Kota Tangerang Siap Terima Sanksi

Setelah ditembak, tersangka akhirnya menyerah dan menunjukkan lokasi tempat menyimpan senjata yang digunakan untuk menghabisi korban. Tersangka lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lalu dijebloskan ke tahanan.

"Alat yang digunakan berupa satu buah palu. Barang itu disimpan di got depan rumah tersangka," tuturnya.

Motif pembunuhan ini sendiri, lanjut Deni, adalah pencurian. Namun, karena takut ketahuan, tersangka ikut menghabisi nyawa korban. "Tersangka terlilit utang judi game online, sehingga nekat mencuri dan menghabisi nyawa korban," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka kini dijerat dengan Pasal 365 Ayat (3) KUHP Jo Pasal 80 Ayat (3) tentang Undan-Undang Perlindungan Anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya, pada Rabu 21 Agustus 2019, Jimmi ditemukan tewas di dalam kamarnya. Dia tewas bersimbah darah akibat luka bekas senjata tajam di bagian lehernya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini