nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batal Mundur, PM Conte Terima Mandat Pimpin Pemerintahan Baru Italia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2019 18:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 29 18 2098240 batal-mundur-pm-conte-terima-mandat-pimpin-pemerintahan-baru-italia-EEJyLa4qBB.jpg Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte. (Foto: Reuters)

ROMA – Presiden Italia Sergio Mattarella pada Kamis telah meminta Perdana Menteri Giuseppe Conte untuk memimpin koalisi Gerakan Bintang 5 (M5S) dan oposisi Partai Demokratik. Langkah yang diambil menyusul kekisruhan di parlemen pekan lalu itu mungkin dapat memperbaiki hubungan antara Italia dan Uni Eropa yang merenggang.

Mattarella memberi Conte mandat baru untuk membentuk kabinet hampir sepekan setelah pengacara berusia 55 tahun itu menyatakan mengundurkan diri menyusul keputusan partai sayap kanan Liga Utara untuk menarik diri dari koalisinya dengan M5S.

BACA JUGA: PM Italia Giuseppe Conte Umumkan Pengunduran Diri

Langkah yang diambil pimpinan Liga Utara, Matteo Salvini, yang menginginkan pemilihan umum baru itu ternyata justru membuatnya rugi karena M5S memutuskan untuk mengesampingkan perbedaan dengan oposisi Partai Demokratik dan membentuk pemerintahan.

"Dalam beberapa hari mendatang saya akan kembali ke presiden republik ... dan mengajukan proposal saya untuk menteri," kata Conte setelah meninggalkan istana kepresidenan sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (29/8/2019).

Tokoh politik yang tidak memiliki partai afiliasi itu mengatakan bahwa merumuskan anggaran untuk 2020 menjadi prioritasnya.

Meski Conte telah diberi mandat membentuk pemerintahan, pakta koalisi antara kedua partai masih belum disepakati dan koalisi mendatang masih perlu menyepakati platform kebijakan bersama dan tim menteri.

BACA JUGA: Mendagri Kontroversial Italia Diputuskan Pacar Lewat Foto Mesra di Instagram

Kesepakatan tentatif antara M5S dan Partai Demokratik masih bisa gagal karena keduanya belum menyepakati posisi penting di pemerintahan selain posisi perdana menteri, atau mengungkapkan platform kebijakan bersama.

Menambah kerumitan, M5S mengatakan akan menyerahkan semua kesepakatan dengan Partai Demokratik kepada hasil pemungutan suara anggotanya. Banyak pendukung M5S telah menggunakan media sosial untuk mengecam perjanjian dengan Partai Demokratik yang beraliran kiri-tengah dan suara 'ya' tidak bisa diterima begitu saja.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini