nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Myanmar Penjarakan Pembuat Film karena Mengkritik Militer di Facebook

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2019 19:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 29 18 2098298 myanmar-penjarakan-pembuat-film-karena-mengkritik-militer-di-facebook-tVD4foeigZ.jpg Militer Myanmar. (Foto/Reuters)

YANGON - Pengadilan Myanmar menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dan kerja paksa untuk pembuat film Min Htin Ko Ko Gyi karena mengkritik militer di Facebook.

Min Htin Ko Ko Gyi ditangkap pada April dan dituduh melanggar hukum, yang melarang adanya pernyataan yang bisa menyebabkan seorang prajurit memberontak atau gagal dalam pelaksanaan tugas.

Unggahan-unggahan Min Htin Ko Ko Gyi di Facebook sering mengkritik peran militer dalam politik dan undang-undang negara 2008, yang disusun oleh mantan junta yang berkuasa dan diubah oleh pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.

"Tolong, jangan khawatir tentang aku, aku akan kembali," katanya mengutip Reuters, Kamis (29/8/2019). "Saya ingin semua orang saling mendukung orang mengubah konstitusi dengan para pemimpin kita."

Meskipun Suu Kyi mengambil alih kepemimpinan setelah kemenangan besar pada pemilu 2015, tetapi undang-undang konstitusi ini memiliki peran politik utama untuk militer, termasuk kursi di demokrasi.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi Terhadap Panglima Tertinggi Myanmar Terkait Pembantaian Rohingya

Baca juga: Amnesty: Tentara Myanmar Lakukan Kejahatan Perang Baru di Rakhine

Partai Liga Nasional untuk Demokrasi yang berkuasa telah menyetujui jumlah yang telah ditentukan di militer selama 15 tahun.

Juru berbicara pemerintah Zaw Htay mengatakan dia tidak bisa segera mengomentari kasus ini. Begitu juga dengan juru bicara tidak bersedia untuk memberi komentar.

Pengacara Min Htin Ko Ko Gyi, Robert San Aung, mengatakan kepada Reuters bahwa ia akan mengajukan banding atas putusan itu.

"Tulisannya tidak sesuai dengan karakteristik bagian yang dituduhnya bertentangan," kata San Aung. "Itu tidak menyebabkan pemberontakan atau rasa tidak menghargai dalam militer".

San Aung mengatakan, Min Htin Ko Ko Gyi baru saja melakukan operasi kanker hati, ia khawatir tentang kesehatan kliennya di penjara.

Menurut Kelompok Hak Asasi Manusia, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, 161 orang berada di penjara atau diadili di Myanmar.

Maung Saungkha, seorang aktivis organisasi hak asasi manusia Athan, mengatakan hukuman itu merupakan "pukulan keras terhadap kebebasan berbicara di Myanmar".

Human Rights Watch juga mengutuk putusan tersebut.

"Min Htin Ko Ko Gyi tidak pernah ditangkap, dituntut dan dipenjara, karena menyiarkan pandangan kritis tentang militer Myanmar yang menyalahgunakan hak," kata Wakil Direktur Asia Phil Robertson.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini