nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korea Utara Ubah Undang-Undang, Kim Jong-un Makin Berkuasa

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 30 Agustus 2019 13:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 30 18 2098574 korea-utara-ubah-undang-undang-kim-jong-un-makin-berkuasa-X6YowW1xQW.jpg Pemimpin Korut, Kim Jong-un. (Foto: Reuters)

SEOUL – Parlemen Korea Utara telah menyetujui perubahan undang-undang dasar negara itu untuk memperkuat peran Kim Jong-un sebagai kepala negara.

Langkah itu diambil setelah Kim secara resmi ditunjuk sebagai kepala negara dan panglima militer dalam sebuah konstitusi baru pada Juli. Para analis mengatakan bahwa langkah itu mungkin bertujuan untuk mempersiapkan perjanjian damai dengan Amerika Serikat (AS).

“Status hukum Kim sebagai "yang mewakili negara kita telah dikonsolidasikan lebih lanjut untuk memastikan dengan tegas pedoman monolitik dari Pemimpin Tertinggi atas semua urusan negara",” demikian disampaikan kantor berita KCNA mengutip Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, Choe Ryong Hae.

BACA JUGA: Korut Kenang 19 Tahun Kematian Kim Il-Sung

Presiden presidium secara historis memainkan peran sebagai kepala negara nominal.

Tetapi konstitusi baru mengatakan Kim, sebagai ketua Komisi Urusan Negara (SAC), badan pemerintahan tertinggi yang dibentuk pada 2016, adalah perwakilan tertinggi dari semua rakyat Korea, sekaligus "panglima tertinggi".

Sebuah konstitusi sebelumnya hanya menyebut Kim sebagai "pemimpin tertinggi" yang memimpin "kekuatan militer keseluruhan" negara itu. Dengan konstitusi yang disetujui pada Kamis, sistem hukum Korea Utara kini mengakui Kim Jong-un sebagai kepala negara.

Berdasarkan laporan KCNA yang dilansir Reuters, Jumat (30/8/2019), konstitusi baru itu memberi Kim wewenang untuk mengumumkan peraturan perundang-undangan, keputusan dan dekrit penting serta menunjuk atau memanggil utusan diplomatik ke negara-negara asing.

BACA JUGA: Kim Jong-un: Perdamaian di Semenanjung Korea Sepenuhnya Tergantung AS

"Dengan amandemen itu, Kim Jong-un menghidupkan kembali kepala sistem pemerintahan kakeknya," kata Cheong Seong-chang, seorang peneliti senior di Sejong Institute. "Dia telah menjadi kepala negara de facto."

Meski begitu, perubahan gelar itu tidak banyak mempengaruhi kewenangan Kim Jong-un sebagai penguasa Korea Utara.

Analis NK News, Rachel Minyoung Lee mengatakan bahwa revisi konstitusi Korea Utara yang dilakukan berturut-turut dalam waktu singkat itu belum pernah terjadi sebelumnya dan Kim Jong-un muncul sebagai pemimpin yang paling kuat sejak kakeknya Pendiri Korea Utara, Kim Il Sung.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini