nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UT Siap Mentori 40 Ribu Pendamping Desa

Hambali, Jurnalis · Jum'at 30 Agustus 2019 20:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 30 65 2098787 ut-siap-mentori-40-ribu-pendamping-desa-rmNHU62GCh.jpg Rektor Universitas Terbuka, Ojat Darojat. Foto: Hambali/Okezone

JAKARTA - Universitas Terbuka (UT) tengah menjalin kerjasama dengan Kementerian desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk mementori sekira 40 ribu tenaga pendamping desa.

Dalam konteks ini, UT berperan dengan menyiapkan bahan ajar melalui Massive Open Online Courses (MOOCs) kepada 40 ribu pendamping desa di berbagai wilayah Indonesia. Dalam prosesnya, UT turut melibatkan perguruan tinggi negeri dan swasta yang bekerjasama dengan Kemendes PDTT.

"Kita bekerjasama dengan Kemendes, pada tahapan awal kita itu memberikan kesempatan kepada sekira 40 ribu yang akan menjadi pendamping desa, mengambil MOOCs di UT," kata Ojat Darojat, Rektor UT Jakarta kepada Okezone, usai peringatan Dies ke-35 di UT Convention Centre (UTCC), Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (29/8/2019).

Dijelaskan Ojat, dalam MOOCs itu sendiri terdapat sejumlah materi yang telah dikoordinasikan bersama dengan Pusat Pelatihan Kemendes PDTT.

Kuliah bagi pendamping desa dilakukan melalui kuliah daring yang merupakan bagian dari Akademi Desa 4.0.

"Di dalam MOOCs itu ada banyak materi yang bisa dimanfaatkan oleh mereka saat menjadi pendamping desa. Salah satunya adalah materi administrasi desa, administrasi publik, keuangan, dan macam-macamlah," sambungnya.

Pembelajaran melalui MOOCs itu telah dimulai sejak awal Juni 2019. Meski belum dilaunching secara resmi oleh Kemendes, terakhir tercatat ada sekira 40-an tenaga pendamping desa yang menempuh program MOOCs, dengan masing-masing waktu pembelajarannya selama sekira 2,5 bulan.

"Terakhir saya cek baru sekira 40 orang, tapi itu kan belum dilaunching sama Pak Menteri," jelasnya lagi.

Rektor Ojat juga menyampaikan, bahwa rencana pengembangan bahan ajar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) kepada pendamping desa sejalan dengan semangat UT untuk menjangkau seluruh masyarakat di pelosok Indonesia. Pihaknya, kata dia, menyambut dengan baik kerjasama itu dengan harapan mampu meningkatkan mutu tenaga pendamping desa.

"Sebenarnya MOOCs itu tidak mengenal kualifikasi, dia mau lulusan SD, SMP, jadi siapapun yang bisa mendaftar dan masuk kesana akan dimentori, nanti setelah mengikuti prosesnya akan kita berikan sertifikat sesuai kemampuan mengikuti pogram tersebut," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Ojat, kuliah daring bagi pendamping desa pada semester I tahun ini gratis tanpa dipungut biaya. Namun jika para mahasiswa akan mempergunakan hasil kuliah guna mengikuti program studi formal, maka mahasiswa pendamping desa harus mengikuti ujian mata kuliah yang diikutinya, dengan dibebankan biaya.

"Jadi sertifikat ini, bisa juga digunakan jika nanti seandainya pendamping desa ingin mengambil gelar akademik misalnya, nanti tinggal mereka mencari mata kuliah yang sama dengan sertifikat kemampuan itu, nilainya sama," tandasnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini