Tak Disangka, Manusia Sudah Mengubah Bentang Alam Sejak 3.000 Tahun Lalu

Rizqa Leony Putri , Okezone · Sabtu 07 September 2019 06:48 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 03 65 2100067 tak-disangka-manusia-sudah-mengubah-bentang-alam-sejak-3-000-tahun-lalu-ghxaMswsYG.jpg Manusia Sudah Mengubah Bentang Alam sejak 3.000 Tahun Lalu (Foto: Diengjavensia)

JAKARTA - Seringkali kita berpikir tentang perubahan apa saja yang mungkin saja terjadi di dunia ini. Perubahan besar yang dapat terjadi karena beberapa hal, seperti efek rumah kaca dan polusi industri

 Baca Juga: 6 Hal yang Perlu Traveler Ketahui Tentang Gempa Bumi

Padahal jauh sebelum saat ini, manusia telah mengubah bentang alam di seluruh dunia selama ribuan tahun lalu. Melansir dari ScienceMag, Jakarta, Sabtu (7/9/2019), manusia diketahui telah membuat perubahan bahkan sejak 3.000 tahun yang lalu.

Penelitian yang telah dilakukan berusaha untuk mencari tahu bagaimana penggunaan lahan pada zaman dulu dilakukan dan menetapkan waktu pertama kali manusia membuat tanda kehidupan di Bumi.

 Baca Juga: Sumatera Utara Siap Kenalkan Bentang Alam ke Dunia

Hal tersebut dilakukan menggunaan perkiraan atau estimasi tentang populasi manusia di daerah, serta banyaknya lahan yang dibutuhkan. Hasilnya, pertanian global berkelanjutan tercatat baru dimulai sejak 500 tahun yang lalu.

Peneliti telah membagi tanah bumi menjadi 146 wilayah yang mencakup seluruh benua kecuali Antartika. Lebih dari 1.300 arkeolog dengan keahlian penggunaan lahan kuno diundang untuk menyelesaikan survei sebanyak 80 pertanyaan tentang bagaimana manusia di setiap wilayah menggunakan tanah selama 10.000 tahun terakhir. Para arkeolog juga menanyakan mengenai seberapa yakinnya mereka terhadap jawabannya.

Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa gaya hidup pemburu-pengumpul menurun secara global antara 10.000 dan 3.000 tahun yang lalu karena tergantikan oleh pertanian berkelanjutan. Sekitar tahun 1.000 sebelum Masehi, semua wilayah di dunia yang kini berlatih cara bertani setiap tahunnya menanam tanaman.

Para peneliti memperdebatkan besarnya dampak iklim yang terjadi, tetapi menurut mereka pengaruh yang signifikan terdapat pada 3.000 tahun yang lalu, meskipun lebih kecil dibandingkan dampak yang ada saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini